Casa Indonesia 2017 Jadi Barometer Perkembangan Industri Desain

Casa Indonesia 2017 Jadi Barometer Perkembangan Industri Desain

Advertorial - detikNews
Selasa, 06 Jun 2017 00:00 WIB
Casa Indonesia 2017 Jadi Barometer Perkembangan Industri Desain
Jakarta -

Para pelaku industri kreatif Indonesia di industri desain dan arsitektur kembali memamerkan karya terbaiknya tahun ini. Lewat perhelatan Casa Indonesia 2017 The Largest and Most Comprehensive Living Exhibition Art, Architecture, Design & Living in Indonesia, berbagai presentasi karya terkurasi dengan baik.

Acara yang diinisiasi oleh Majalah Casa ini telah kedelapan kalinya digelar. Tahun ini didukung penuh oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan didukung Samsung Galaxy S8, Forme, Philips, dan Danapaint.

Tujuannya demi menciptakan karya yang sarat makna dan mampu membawa pengunjung ekshibisi ke dalam imajinasi tanpa batas.

Ragam instalasi desain, furnitur, dan art yang unik mencuri perhatian banyak kalangan yang menghadiri Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place pada Kamis (1/6/2017) hingga Minggu (4/6/2017) kemarin.

Di tahun ini, Casa Indonesia 2017 hadir dalam bentuk ekshibisi sekaligus barometer perkembangan industri desain di dalam negeri maupun internasional. Lewat tema 'Completeness and Beyond Happiness', Casa Indonesia merayakan dan mengapresiasi karya kreator lokal.

Sebanyak 60 tenant memberikan inspirasi desain sekaligus memanjakan pengunjung dengan menampilkan beragam zona kreatif di Casa Indonesia 2017.

Casa Indonesia 2017 Jadi Barometer Perkembangan Industri Desain

Ada zona Designer's Showcase yang menampilkan instalasi imajinatif. Salah satunya pintu gerbang Casa 2 Indonesia 2017 karya Cosmas D Gozali dengan judul 'Terperangkap dalam Pikiran Capti Mente'.

Pengunjung juga dimanjakan dengan instalasi seni ruang dan meja makan yang menyajikan berbagai solusi desain yang inovatif bagi kebutuhan interior di zona Cook and Design. Setelahnya, pengunjung bisa menyaksikan instalasi Architectural Project sebagai apresiasi perjalanan dunia arsitektur dan desain di Tanah Air.

Casa Indonesia 2017 juga mendedikasikan satu zona pameran khusus Young Designers. Zona ini menjadi arena untuk menampilkan karya para mahasiswa dalam berbagai bentuk desain furnitur dan aksesori interior. Karya tersebut dikirimkan oleh sejumlah perguruan tinggi desain di Tanah Air.

"Kami berharap dengan terselenggaranya Casa Indonesia 2017, akan membukakan pintu bagi para desainer lokal dan internasional untul berkolaborasi dalam meningkatkan industri desain Indonesia. Berkontribusi pada bidang ekonomi kreatif merupakan suatu pencapaian kami untuk bangsa ini," ujar Editor in Chief Casa Indonesia, Miranti M. Lemy dalam keterangan rilisnya.

Tahun ini, Casa Indonesia Art, Architecture, Design and Living kembali menggandeng arsitek Cosmas D Gozali sebagai exhibition director dan desainer interior Diana Nazir sebagai creative director.

Berkat keduanya, Casa Indonesia Art Architecture, Design and Living menjadi ruang atraktif hingga lebih dari sekadar pameran pada umumnya.

"Selalu bangga bisa menjadi bagian dari pergerakan desain melalui Casa Indonesia yang telah membukakan dunia nasional dan internasional untuk melihat kekuatan konten, kreativitas, kemampuan produksi, dan unique skill dari kreator di Indonesia," ujar Diana.

Diana mengungkapkan, kegiatan ini telah mempresentasikan kemajuan dunia desain di Indonesia dari tahun ke tahun melalui karya terkurasi dari desain interior, produk, dan arsitektur.

Diana menambahkan, Casa Indonesia merupakan panggung yang baik bagi desainer muda, konsultan desain profesional, produsen lokal dan internasional, perguruan tinggi desain, dan masyarakat luas untuk berkolaborasi dan memberikan unsur komersial.

"Penyatuan kerajinan sebagai dasar budaya tradisional dengan teknologi di dalam desain akan menjadi kekuatan baru bagi dunia desain Indonesia," tambah Cosmas.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Casa Design Challenge kembali menggelar lomba desain produk bagi mahasiswa dan profesional muda yang belum memiliki label untuk berkarya. Lomba dibagi menjadi tiga kategori, yakni lomba desain furnitur, lighting, dan kitchenware.

Lomba desain yang didukung produk Forme interior ini telah diselenggarakan ketujuh kalinya. Pemenang akan mendapatkan kesempatan mengikuti summer course di Intituto Marangoni, Milan, Italia.

Ada juga booth Casa Design Challenge Alumni yang memamerkan hasil karya para alumni dengan konsep furnitur dan menggunakan background yang berbeda juga berwarna-warni. Desainnya menggunakan cat dari Danapaint.

Dukungan dari Bekraf mengisi salah satu area di pameran Casa Indonesia 2017 lewat Trend Ambiance yang berisi produk-produk dari desainer-desainer muda. Produk tersebut telah dikurasi oleh para pakar di bidangnya.

Selain itu, Bekraf juga mengadakan seminar 'Developing Design Through Trend Research & Forecasting' dan talkshow yang dibagi dalam tiga sesi. Antara lain 'The Importance of Trend Forecasting', 'Interior, Product & Textiles', dan 'The Global Trend'.

Samsung dan Philips turut mempersembahkan salah satu instalasi istimewa, yaitu Hystoria Video Tunnel yang menyajikan sejumlah video sejarah tokoh arsitektur, desain interior, dan desain produk.

Lalu Samsung Elctronics Indonesia turut mendukung acara ini dengan menghadirkan tiga unit Samsung Galaxy S8+ edisi khusus hasil rancangan Darbotz, Talitha Maranila, dan Didik Nini Thowok. Ketiga unit tersebut dilelang pada Minggu (/6/2017). Faktanya, Samsung Galaxy S8+ edisi khusus ini hanya tersedia sembilan unit di Indonesia.

(adv/adv)
Berita Terkait