Puasa merupakan ibadah wajib yang harus dijalankan oleh umat Islam yang telah cukup usia. Walaupun demikian, orang tua harus mengajarkan anak belajar puasa sejak dini untuk melatihnya agar terbiasa melakukannya ketika beranjak dewasa.
Orang tua butuh cara yang tepat agar anak bisa berpuasa dengan lancar. Pertama, anak diajarkan puasa secara perlahan.
Menurut psikolog anak dari Klinik KanciTia Rahmania, Mpsi seperti dilansir dari detikHealth, anak bisa diajarkan untuk mulai berpuasa saat duduk di bangku TK atau awal masuk SD.
Cara mengajarkannya harus bertahap. Ajarkan anak untuk berbuka saat Zuhur, lalu lanjut berpuasa kembali hingga Magrib. Orang tua juga harus memberikan informasi mengenai manfaat dan arti puasa agar kewajiban tersebut tertanam pada diri anak.
Hal yang paling penting saat mengajarkan anak berpuasa adalah mengajaknya untuk ikut sahur. Karena sahur sangatlah penting untuk tubuh menyimpan cadangan nutrisi dan hidrasi yang dibutuhkan selama berpuasa.
Banyak orang tua yang masih berpikir bahwa pola makan saja yang perlu diperhatikan saat sahur, padahal sebenarnya asupan cairan merupakan faktor yang paling penting.
70% dari berat badan anak merupakan cairan yang terdiri dari air dan ION. Anak-anak juga lebih cepat kehilangan cairan tubuh dibandingkan orang dewasa sehingga tubuhnya lebih rentan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.
Efek dari dehidrasi ini akan mempengaruhi kemampuan belajarnya saat di sekolah. Gejala yang muncul yaitu pusing, sakit kepala, lelah, hingga menurunkan tingkat kewaspadaan dan konsentrasi.
Orang tua bisa mengatasi permasalahan ini dengan mengatur menu sahur yang tepat agar ia bisa menjalankan puasa dengan lancar.
Hindari minuman seperti teh dan soda karena kedua minuman tersebut bersifat diuretik. Jenis minuman diuretik dapat mempercepat pengeluaran cairan dan membuat anak jadi lebih sering buang air kecil sehingga tubuh lebih rentan dehidrasi atau kekurangan cairan.
Cairan tubuh yang keluar bukan hanya terdiri dari air namun juga ION. Karena itu, minum air putih saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan cairannya.
Lengkapi menu sahurnya dengan minuman yang komposisinya mirip dengan cairan tubuh seperti Pocari Sweat. ION dalam Pocari Sweat dapat mengikat cairan bertahan lebih lama dalam tubuh sehingga anak tidak mudah merasa haus dan mencegah dehidrasi saat puasa.
Jadi tidak perlu khawatir untuk mengajarkan anak puasa sejak kecil, kuncinya adalah memperhatikan asupan minumannya saat sahur.
Jangan Takut Ajarkan si Kecil Puasa, Minuman Saat Sahur Kuncinya
Selasa, 06 Jun 2017 00:00 WIB
Jakarta -











































