Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, mempertemukan empat bupati dengan berbagai investor di kantornya, Kalibata, Jakarta, Selasa (2/5/2017). Dalam pertemuan ini, Menteri Eko menjembatani pemerintah kabupaten untuk mendapatkan investasi dari pihak swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menteri Eko mengatakan, pertemuan yang juga dihadiri oleh beberapa kementerian terkait tersebut bertujuan untuk mempercepat klasterisasi desa-desa. Dia juga berperan menjembatani pemerintah daerah untuk berkomunikasi langsung dengan investor, perbankan, dan beberapa kementerian terkait, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian LHK.
"Salah satu program kementerian yang utama adalah klasterisasi desa-desa. Untuk mempercepat agar desa fokus pada satu produk unggulan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) setiap minggu mengundang 5 sampai 10 bupati yang siap dengan produk unggulannya," ujar Menteri Eko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Empat Bupati tersebut, di antaranya Bupati Minahasa Utara, Bupati Tanah Laut, Bupati Poso, dan Bupati Manokwari Selatan. Uniknya dalam pertemuan ini, setiap pemerintah kabupaten berkomitmen untuk mempermudah perizinan dan prosedur bagi pengusaha yang akan berinvestasi.
Kabupaten Monokwari Selatan misalnya, yang bahkan bersedia memberikan lahan secara gratis kepada investor. "Jadi dengan ini investor juga akan senang masuk ke daerah-daerah terpencil," ujarnya.
Ia melanjutkan, setelah pertemuan tersebut akan langsung dibuat sebuah grup di aplikasi Whatsapp agar terjadi pembicaraan lanjutan. Kemudian, hasil dari pertemuan tersebut akan terus dievaluasi dengan menggelar pertemuan rutin. Satu bulan ke depan, pertemuan yang sama akan kembali digelar untuk melihat progress di lapangan.
![]() |
Menteri Eko mengatakan akan menjembatani para bupati dengan pelaku usaha. Jika pemerintah kabupaten tersebut hendak mengembangkan sektor perkebunanan, seperti jagung, cokelat, dan lainnya akan difasilitasi.
"Kayak Minahasa Utara kelapanya banyak, kita jembatani dengan Salim Group. Ini Salim Group akan buat pembibitan 50-100 hektare dan kelapanya akan diserap oleh Salim Group," paparnya.
Menteri Eko berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan hal konkret yang dapat langsung direalisasikan di desa. Karena menurutnya saat ini, telah banyak kabupaten yang tertarik dengan program Produk Unggulan Desa.
"Dulu saya mengajak 42 bupati untuk ikut dalam program ini, dan hanya 24 kabupaten yang tertarik. Sekarang setelah berhasil, justru banyak kabupaten-kabupaten yang datang ke saya," ujarnya.













































