Pemerintah Kabupaten Lampung Timur atas dasar pasal 34 ayat (1) Undang Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa "Fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara." Oleh karena itu, melalui Dinas Sosial Bupati Lampung Chusnunia Chalim berupaya menindaklanjuti informasi mengenai seorang warganya yang menjadi viral.
Warga tersebut diketahui sudah tua, sakit-sakitan dan hidup sebatang kara di sebuah gubuk di Kecamatan Marga Tiga. Pada Rabu (29/3/2017) Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim langsung menjemput dan meminta dinas dan instansi terkait langsung mengambil langkah preventif, untuk dibawa ke Panti Werda yang ada di Bandar Lampung untuk mendapatkan perawatan.
![]() |
Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengucapkan terima kasih kepada warga dan masyarakat yang sudah tanggap dengan adanya permasalahan ini, Selanjutnya Bupati Chusnunia juga meminta kepada aparatur desa, kecamatan atau warga masyarakat agar melaporkan apabila menemukan kasus seperti ini ke Call Center 081280171915.
"Selanjutnya saya juga berharap kita saling mendukung antara pemerintah dengan masyarakat, agar pemerintah cepat tahu dan segera merespons bila ada hal seperti ini," ungkap Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim.
Di tempat terpisah saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kabid Kesejahteraan Sosial, Yusro Jufri dari Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur, menjelaskan "bahwa Sriyati alias Mbah Japar akan dibawa ke Dinas sosial Lampung Timur selanjutnya akan diserahkan ke Panti Werda Di Bandar Lampung untuk mendapatkan perawatan, " pungkas Yusro Jufri.
Sebelumnya keberadaan Nenek Suryati (80) warga Dusun 2 Desa Gedung Wani, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, yang tinggal seorang diri, di sebuah gubuk ini, sempat menjadi viral di media sosial.
Nenek ini sudah tidak memiliki sanak saudara selama puluhan tahun. "Nenek Suryati ini sudah puluhan tahun tinggal di gubuk yang berdiri di atas tanah warga setempat, dan tidak memiliki sanak saudara, sehingga untuk kebutuhan hidup sehari-hari, mengandalkan bantuan dan belas kasihan dari warga masyarakat di sekitarnya," pungkas Camat Marga Tiga M.So'im.
Kemudian ditempat yang berbeda Selasa (11/4/2017) bertempat di Desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim Kembali bergerak cepat mengunjungi kediaman Mbah Januri setelah mendapat informasi mengenai seorang pria sepuh yang tinggal di gubuk yang sudah tidak layak huni.
![]() |
Dalam kunjungan singkatnya setelah usai mengikuti rangkaian lomba desa di Desa Tambah Subur, Bupati Chusnunia terenyuh melihat kondisi pria sepuh asal Kudus, Jawa Tengah tersebut. Pasalnya Mbah Januri yang hidup sebatang kara ini tetap kukuh tinggal di gubuknya yang sudah tidak layak huni.
Padahal warga setempat sudah bergotong royong membangunkan rumah baru untuknya. Bupati Lampung Timur mengungkapkan "Mbah Januri agar bersedia menempati rumah barunya selain itu saya berharap Mbah Januri tidak perlu berkecil hati karena rumah ini dibangun sebagai bentuk kepedulian warga. Kami mohon izin untuk mengubah saja rumah yang lama karena sudah tidak mungkin ditempati,".
Di sisi lain, Bupati Chusnunia juga berpesan hal seperti ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk itu kepada Kepala Desa Tanjung Tirto dan warga sekitar agar sering menengok Mbah Januri.
"Kondisinya yang sudah tua dan hidup sebatang kara,"pungkas Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim.













































