Gandeng Gapoktan, RMI Beri Harapan Baru kepada Petani Tebu

Gandeng Gapoktan, RMI Beri Harapan Baru kepada Petani Tebu

adv - detikNews
Minggu, 09 Apr 2017 00:00 WIB
Gandeng Gapoktan, RMI Beri Harapan Baru kepada Petani Tebu
Malang -

PT. Rejo Manis Indo (RMI) hadir membawa harapan baru untuk petani tebu. Pabrik gula dengan kapasitas 15 ribu ton per hari akan didirikan di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

RMI menjalin kemitraan dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Tani Mandiri untuk mengembangkan lahan tebu. Kemitraan ini adalah wujud pemberdayaan petani guna mencukupi penyediaan suplai bahan baku tebu secara berkelanjutan.

"Kami merasa terpanggil melihat potensi Kabupaten Blitar, secara historis adalah daerah penghasil tebu sejak zaman kolonial. Terbukti dengan berdirinya dua pabrik di masa itu. Petani nanti juga tidak jauh lagi untuk memanfaatkan hasil tanam," ungkap Perwakilan PT. RMI Amrizal Zain disela penandatangan kerjasama dengan Gapoktan di Hotel Atria, Kota Malang, Sabtu (8/4/2017).

Gandeng Gapoktan, RMI Beri Harapan Baru kepada Petani Tebu
Amrizal mengatakan kerjasama yang dibangun bersama Gapoktan merupakan program kemitraan di bidang agri bisnis tanaman tebu di seluruh Kabupaten Blitar. Dengan menggabungkan kekuatan anggota dan luasan lahan yang dimiliki Gapoktan serta program pengembangan tebu berkelanjutan dari PT. RMI.

"Diharapkan kerja sama ini akan dapat memenuhi suplai tebu kepada pabrik gula yang akan didirikan oleh PT. Rejoso Manis Indo sekaligus meningkatkan nilai ekonomi tebu dari petani anggota dan dalam lingkup yang lebih luas akan mendukung program pemerintah Indonesia dalam menuju swasembada gula nasional," katanya

"Selain itu PT. RMI juga memberikan bimbingan serta pembinaan kepada petani, mulai masa tanam sampai panen. Bagaimana memulai tebang awal hingga akhir, memanajemen angkut tebu dan menjaga rendemen," ujar di.


Gandeng Gapoktan, RMI Beri Harapan Baru kepada Petani Tebu
Lebih jauh Amrizal mengungkapkan, PT. RMI dan Gapoktan melihat adanya potensi perluasan lahan yang sangat menjanjikan di Kabupaten Blitar. Hasil kajian Potensi Lahan Tebu yang dilakukan oleh Bappeda Kabupaten Blitar bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya di tahun 2013, menyebutkan bahwa luas lahan yang dapat digunakan untuk pengembangan tebu adalah sebesar 66.631 hektare.

Dari situ jumlah tebu yang dapat dihasilkan adalah 4.245.654 ton per tahun.Bagi PT. RMI kerja sama ini merupakan langkah awal yang menjadi tumpuan keberlangsungan bisnis pabrik gula yang akan dijalankan.

"Dengan keunggulan teknologi yang akan diterapkan, pabrik gula berkapasitas 15.000 TCD di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, ini akan memproduksi gula sesuai kriteria SNI Mutu I secara efisien sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani tebu maupun masyarakat sekitar dan Kabupaten Blitar pada umumnya," ungkapnya.

Amrizal menyakini, kehadiran RMI akan mendongkrak perekonomian warga, selain hubungan saling menguntungkan dengan petani.


Gandeng Gapoktan, RMI Beri Harapan Baru kepada Petani Tebu
"Multi efek yang positif pastinya untuk masyarakat selain petani. Contoh saja dengan hilir mudik angkut akan menciptakan peluang usaha dan yang terpenting semua pekerja lokal," terang dia.

Sementara bagi Gapoktan, kerja sama dengan PT. RMI ini sejalan dengan fokus organisasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas panen sehingga kesejahteraan petani anggota meningkat dan memperluas pemanfaatan lahan non-produktif di Kabupaten Blitar.

Jaminan adanya pembelian hasil panen dengan skema yang transparan dan saling menguntungkan para pihak adalah harapan utama petani.

"Kerja sama dengan PT. RMI adalah bentuk nyata sinergi yang seimbang harmonis antara petani dengan investor. Pemenuhan kebutuhan suplai bahan baku tebu ke pabrik gula baru yang efisien dengan lokasi terjangkau merupakan harapan kami selama ini, mengingat tidak adanya pabrik gula di Kabupaten Blitar," kata Mujib, Ketua Gapoktan Karya Tani Mandiri.


Gandeng Gapoktan, RMI Beri Harapan Baru kepada Petani Tebu
Mujib mengungkapkan, Gapoktan Karya Tani Mandiri merupakan kelompok tani secara struktural membawahi Gapoktan di seluruh kecamatan.Dibawahnya juga ada Gapoktan tingkat desa se-Kabupaten Blitar yang jumlah mencapai 248 Gapoktan.

"Kami memiliki legalitas dibawah badan penyuluh Kabupaten Blitar, ini profil dari gapoktan kami," tegasnya.

Kerjasama PT. RMI dengan Gapoktan ini akan menitikberatkan kepada manajemen lahan (on-farm management) melalui upaya-upaya pengembangan bibit, pupuk dan tanaman, pendampingan produksi sehingga rendemen meningkat dengan menggunakan teknologi budidaya pertanian yang mutakhir.

Dengan demikian diharapkan dapat mengejar ketertinggalan dari negara penghasil tebu terdekat seperti Thailand, India dan Australia.

"Mengembangkan lahan di Blitar dengan memperkuat pemberdayaan petani merupakan salah satu prioritas bagi kami sebagai investor," kata Mujib.

"Petani tebu adalah pemangku kepentingan utama kami. Kerja sama ini menggabungkan kedua organisasi dalam sebuah visi dan komitmen bersama untuk meningkatkan sosial ekonomi petani tebu. Bersamaan dengan ini kami juga melakukan upaya-upaya intensifikasi lain berdasar pada konsultasi kami dengan ahli tanaman dari dalam dan luar negeri,"ungkap James Rivai, Direktur Operasional PT Rejoso Manis Indo yang menyambut baik kemitraan ini.

(adv/adv)
Berita Terkait