Di tahun 2016 ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman rajin berkunjung ke berbagai wilayah di Indonesia guna meninjau hasil produksi pertanian dan berdialog dengan para petani. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan produksi pertanian dengan berbagai upayanya termasuk teknologi mekanisme pertanian.
Oleh karenanya, Ketua MPR Zulkifli Hasan turut memberikan apresiasi kepada Mentan Amran terkait upaya peningkatan produksi pertanian itu. "Kita sama-sama tahu bahwa saat ini untuk menambah lahan pertanian itu sangat sulit, berkurang iya, tetapi penduduk bertambah itu sudah kepastian, sehingga diharuskan produksi pangan ditingkatkan. Karena itu saya mengapresiasi kinerja Bapak Menteri Pertanian ini atas upaya-upayanya meningkatkan produksi khususnya melalui teknologi mekanisasi," ujar Zulkifli Desa Bakti Rasa, Seragi, Lampung Selatan, Kamis (29/12/2016).
Sejalan dengan upaya tersebut, Mentan memberikan bantuan kepada para petani berupa alat mesin pertanian (alsintan). Zulkifi pun menilai bahwa itu merupakan kebijakan yang sangat efektif dan sangat bermanfaat serta sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Di sampan gitu, hal terpenting yang juga diapresiasi oleh Zulkifli, yakni dikeluarkannya kebijakan-kebijakan dalam membantu petani meningkatkan hasil pertaniannya. Termasuk juga dikeluarkannya kebijakan terkait harga komoditas yang anjlok saat panen sehingga merugikan petani.
"Sekarang pemerintah sudah menentukan harga dasar komoditas, contohnya jagung di harga Rp3.150,- per kg, jadi petani merasa aman karena sudah ada kepastian harga, tidak akan rugi saat panen raya. Selain itu pemerintah juga menjamin akan membeli harga anjlok, sehingga petani tenang karena dipastikan produksinya terserap," terang Zulkifli.
Zulkifli secara pribadi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pasalnya, selama dua tahun menjabat sebagai Mentan sudah memberikan bukti nyata dengan peningkatan produksi sehingga berhasil menghentikan impor di tahun ini.
"Ini harus diakui, saya berterima kasih atas kinerja baik Pak Amran yang telah memberikan bukti nyata produksi kita naik dan ini kenyataannya. Kita tahun ini tidak melakukan impor beras setelah 32 tahun selalu melakukan impor. Hal ini patut diapresiasi karena dengan kondisi kita saat ini, tentu tidak mudah melakukannya," pungkas Zulkifli. (adv/adv)











































