Apabila kondisi ini terus dibiarkan, maka risiko untuk tidak menyelesaikan wajib belajar sekolah ke depannya 3x lebih besar. Hal ini tentunya tak diinginkan oleh para ibu yang pasti mendambakan anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik serta cerdas. Untuk itu, ibu perlu memperhatikan hal-hal berikut.
Pertama penuhi zat besi utama Si Kecil dengan memberikan ASI. Kemudian jika anak sudah memasuki usia 6 bulan maka berikan aneka makanan kaya gizi, termasuk zat besi dari Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).
Dalam tahapan ini, 98% kebutuhan zat besinya harus dipenuhi dari MP-ASI, makanan tinggi zat besi, seperti bayam, daging sapi dan hati ayam dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan zat besi hariannya.
"Kalau sebuah keluarga masak hati ayam, maka biasanya yang mendapat porsi terbesar adalah bapaknya. Kebutuhan zat besi untuk anaknya tetap kurang. Kalau dari sayur, paling tidak anak harus makan 3 ikat bayam," ungkap anggota Satgas Adebe IDAI, Dr Soedjatmiko, SpA(K), MSi dalam jumpa pers di salah satu klinik, Kramat, Jakarta.
Jumlah yang besar ya untuk perutnya yang kecil. Tapi ibu tidak perlu khawatir, karena dengan semangkuk NESTLÉ CERELAC dapat membantu penuhi lebih dari 50% kebutuhan zat besi hariannya.
![]() |
CERELAC mengandung Iron+ . IRON+ dapat memenuhi zat gizi, termasuk zat besi untuk anak setiap harinya. Apalagi CERELAC menyediakan beragam rasa yang pasti anak suka.
Lebih lanjut para ibu pun bisa menghitung kecukupan asupanzat besi anak tiap harinya dengan CERELAC Iron kalkulator. Selain dapat mengetahui kecukupan zat besi anak, ibu juga bisa berkesempatan mendapatkan voucher belanja setiap minggu dengan total Rp24 juta.
Jadi ayo cukupi asupan zat besi anak Anda dengan mengkombinasikannya dengan makanan kaya gizi lainnya. Dengan cukup zat besi, anak pun bisa pintar dan tumbuh kembangnya optimal.
(adv/adv)












































