Pada hari Sabtu (19/11), rangkaian Djarum Sirkuit Nasional telah mengakhiri perjalanannya di GOR Sudirman, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dari tahun ke tahun, Surabaya selalu menjadi kota terakhir yang disinggahi ajang Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas). Sama halnya dengan tahun 2016 ini, Surabaya kembali menjadi saksi berakhirnya perhelatan akbar Djarum Sirnas.
Sebelumnya, singgah di kota Banjarmasin, Makassar, Jakarta, Cirebon, Lampung, Medan, dan Semarang. Dari total delapan seri Djarum Sirnas yang digelar, semuanya berjalan dengan sukses dan sesuai harapan.
Perhelatan Djarum Sirnas diikuti sebanyak 831 peserta dari lima negara. Kelima negara tersebut di antaranya, Indonesia, Malaysia, India, Maladewa, dan Singapura. Namun, ada sedikit perbedaan dari penyelenggaraan Djarum Sirnas di tahun 2016.
Karena alasan itulah, peserta Djarum Sirnas Jawa Timur 2016 tidak mencapai 1000 orang. Tahun ini, jumlah pesertanya memang dibatasi. Menurut Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Timur, Wijanarko Adi Mulya, hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menambah kesuksesan Djarum Sirnas di Surabaya, Jawa Timur.
"Untuk Sirnas kali ini saya rasa berjalan dengan sangat sukses. Dengan status Premier pertama kalinya yang didapat oleh Jawa Timur, memacu para atlet untuk bisa bermain semaksimal mungkin untuk mendapatkan poin. Bisa jadi hal tersebut sebagai salah satu faktor kesuksesan Djarum Sirnas Premier Jawa Timur kali ini," ungkap Wijar saat dijumpai djarumbadminton.com di GOR Sudirman.
Meski begitu, masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam perhelatan Djarum Sirnas ke depannya. Salah satunya, yakni membangkitkan minat penonton di kota besar seperti Surabaya. Pasalnya di Surabaya sendiri, minat penontonnya masih rendah jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang kerap dipadati oleh penonton.
"Saya sangat berharap ke depannya ada suatu trobosan agar turnamen sekelas ini bisa lebih banyak lagi penontonya. Karena seperti yang kita ketahui jika turnamen bulutangkis di daerah-daerah justru lebih banyak penontonnya di bandingkan kota besar seperti Surabaya ini dan ke depannya saya akan memikirkan trobosan tersebut agar di kota besar seperti Surabaya ini, tak kalah banyak penotonnya seperti di daerah-daerah," ungkap Wijar.
Di samping itu, Wijar juga berharap jika kota-kota lain di Jawa Timur mampu menjadi tuan rumah untuk perhelatan Djarum Sirnas. Namun faktanya, masih belum ada kota lain di Jawa Timur yang memiliki kesiapan seperti Kota Surabaya.
"Saya sangat mengharapkan ada kota lain yang layak menjadi tuan rumah Djarum Sirnas Jawa Timur, tetapi sampai saat ini banyak kendalanya seperti akses, fasiltas gedungnya, dan intinya mereka tidak mempunyai fasilitas yang komplit, jadi itulah alasannya Surabaya selalu jadi tuan rumah sampai saat ini," kata Wijar.
Di akhir kesempatan, Wijar juga berpesan bagi para pemenang Djarum Sirnas Premier Jawa Timur Open 2016. "saya kira ini bukan suatu akhir dari semuanya, mereka masih harus juara lagi di turnamen-turnamen lainnya. Semoga bisa terus konsisten dan bisa menjadi tulang punggung bulutangkis Indonesia di kancah Internasional,"tutup Wijar.
Jika Anda merasa penasaran dengan juara Djarum Sirnas Premier Jawa Timur Open 2016, berikut ini daftar lengkapnya.











































