Beralih dari Lempar Cakram, Ratna Dewi Berprestasi di Angkat Berat

Beralih dari Lempar Cakram, Ratna Dewi Berprestasi di Angkat Berat

Advertorial - detikNews
Selasa, 08 Nov 2016 00:00 WIB
Beralih dari Lempar Cakram, Ratna Dewi Berprestasi di Angkat Berat
Jakarta - Memiliki keterbatasan fisik akibat terserang penyakit polio saat balita, bukanlah alasan berkecil hati. Meski harus memiliki kekurangan sejak usia tiga tahun, Ratna Dewi tetap hidup penuh semangat dan ceria.

Kendati telah mengarungi dunia olahraga sejak 2006, namun Ratna yang merupakan salah satu lifter andalan Jawa Barat baru terjun di angkat berat pada 2014. Dia mengawali karier sebagai atlet lempar cakram. Pada akhirnya ia mencintai angkat berat yang saat ini telah membawanya meraih prestasi.

Lewat semangatnya dalam mengubah pandangan orang lain kepada penyandang disabilitas membuat Ratna berhasil menorehkan prestasi dengan mempersembahkan medali perak pada Pekan Paralimpik Nasional XV/2016 di tanah kelahirannya.

"Saya merasa senang luar bisa dengan raihan medali ini. Ini medali kedua saya setelah Kejurnas 2014 lalu. Tapi ini beda rasanya, sulit dikatakan dengan kata-kata. Pastinya saya persembahkan untuk keluarga, tim, dan Jawa Barat, tentunya," ujarnya saat ditemui seusai meraih medali di Hotel Prama Preanger, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Sabtu (22/10/2016).

Ibu satu anak ini mengaku bertanding di kelas 86+ kg, bila dilihat dari kasat mata memanglah berat. Meski memiliki target untuk membawa pulang emas, tapi dirinya berusaha untuk bisa tenang dan tidak merasa adanya persaingan yang berarti antara dirinya dengan lifter lain.

"Mereka memang hebat-hebat, tapi saya tidak melihat ke situ. Saya berusaha untuk fokus dalam setiap angkatan sendiri. Mereka memang lawan di pertandingan tapi mereka juga teman-teman saya di luar, jadi saya tidak pernah merasa ada persaingan antara kami, walapun pastinya kami menginginkan hasil yang terbaik," ungkap lifter berusia 38 tahun tersebut.

Meski target yang sudah dicanangkannya tidak bisa tercapai, tapi Ratna tetap merasa bersyukur. Malahan ia berharap dengan prestasi yang diraihnya pada event ini dapat menjadi awal yang baik untuk meraih prestasi lainnya, khususnya di Peparnas Papua mendatang.

"Saya sudah berusaha, tapi ini mungkin yang sudah ditakdirkan untuk saya, tapi saya tidak pernah menyesal. Ya, semoga dengan prestasi pertama saya di Peparnas ini saya bisa menjadi lifter yang lebih baik lagi, meski usia saya sudah tidak muda lagi, tapi saya tetap optimis," kata Ratna. (adv/adv)
Berita Terkait