Selama 9 hari penyelenggaraan, 15 hingga 24 Oktober 2016 di 13 venue yang tersebar di Kota Bandung, Peparnas XV melahirkan sebanyak 104 rekor baru. Bahkan, 27 rekor di antaranya melampaui rekor level multievent yang lebih tinggi, yakni ASEAN Paragames. Atlet terbaik Peparnas diproyeksikan mengikuti ajang ASEAN Paragames 2017 di Malaysia.
Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun mengatakan bahwa penyelenggaraan Peparnas XV/2016 Jawa Barat sungguh luar biasa. "Dari sisi prestasi juga luar biasa, ada ratusan pecah rekor Peparnas. Kalau limitnya masuk atlet terbaik Peparnas XV akan diproyeksikan untuk ASEAN Paragames 2017 di Malaysia dan training center di Solo," ujar Senny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesuksesan penyelenggaraan Peparnas XV yang dinilai sebagai tolok ukur kebangkitan olahraga paralimpik di tanah air. Senny pun menaruh harapan agar Jawa Barat dapat menjadi tuan rumah Asian Paragames 2018. Terkait Peparnas XVI/2020 Papua, Senny membenarkan, setiap penyelenggaraan Peparnas harus terus lebih baik. "Cabang olahraga mungkin bertambah. Tapi lihat nanti kesiapannya, kami dari NPC Indonesia terus berusaha melangkah untuk maju," ujarnya.
Sementara itu, Ketua NPCI Jawa Barat Ukun, berharap dari kuota atlet yang diproyeksikan untuk ASEAN Paragames separuhnya diisi oleh atlet Jawa Barat. "Kalau melihat perolehan medali Peparnas XV, 50% minimal dari Jawa Barat. Untuk tuan rumah Asian Paragames 2018, jika Jawa Barat ditunjuk menjadi tuan rumah, kami siap," ujarnya. (adv/adv)











































