"Saya kan sudah mengalami di Singapura dan Korea juga. Singapura dapat dikatakan negara maju dengan segala kelengkapan layanan dan fasilitasnya, Korsel juga maju. Ternyata kita juga mampu selevel dengan dua negara itu," ungkap Ukun, seusai upacara Penutupan Peparnas XV 2016, di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (24/10/2016).
Dengan begitu, lanjut dia, wajar jika NPCI pusat mendorong agar penyelenggaraan Asian Paragames 2018 digelar di Jawa Barat. Dari sisi perencanaan yang matang hingga pelaksanaan, semua dirasakan puas oleh atlet serta ofisial dari 33 provinsi peserta.
"Adapun NPCI pusat ada keinginan Asian Paragame 2018 digelar di Jabar, itu karena Peparnas di Jabar sudah level internasional. Kurang-kurang dikit wajar lah," katanya.
Atlet bulutangkis ini menilai bahwa penyelenggaraan Peparnas di Jabar ini sukses, terlebih telah melahirkan banyak rekor baru. "Alhamdulillah ya. Pertama bersyukur kepada Allah SWT dengan prestasi gemiliang. Ini merupakan sebuah sejarah. Di Jabar inilah pertama kali ada kesetaraan dari sisi penyelenggaraan antara PON dan Peparnas," ungkapnya.
"Peparnas di Jabar ini pula yang merupakan penyelenggaraan terbaik dibanding Peparnas-peparnas sebelumnya," lanjut dia. (adv/adv)











































