BNI Dukung Program Indonesia Pintar dan Uji Coba KIP Plus di Jogjakarta

BNI Dukung Program Indonesia Pintar dan Uji Coba KIP Plus di Jogjakarta

Advertorial - detikNews
Kamis, 20 Okt 2016 00:00 WIB
BNI Dukung Program Indonesia Pintar dan Uji Coba KIP Plus di Jogjakarta
Jakarta - Dalam Program Kartu Indonesia Pintar (PIP), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai bank milik pemerintah menjadi bank yang ditunjuk untuk menyalurkan dana bantuan bagi siswa sekolah. Dalam PIP digunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau disebut dengan KIP Plus. Pelaksanaan uji coba penggunaan KIP Plus sebagai penyaluran dana PIP dilakukan untuk pertama kalinya di Jogjakarta. Dalam hal ini, BNI mendapatkan porsi pelaksanaan uji coba KIP Plus bagi 142 siswa penerima PIP yang tersebar di 28 SMA di Jogjakarta.

Pelaksanaan uji coba KIP Plus untuk PIP pada siswa tingkat SMA dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 9, Jogjakarta, pada hari Rabu (19/10) lalu. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hamid Muhammad turut menyaksikan uji coba pelaksanaan KIP Plus. Turut Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Consumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo.

BNI Dukung Program Indonesia Pintar dan Uji Coba KIP Plus di Jogjakarta

Anggoro mengungkapkan bahwa KIP merupakan kartu elektronik yang diberikan kepada penerima PIP. Di dalam KIP ditanamkan dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi untuk mengakses rekening Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) dan rekening e-wallet.Sebagai tabungan, Tabungan SimPel dan KIP akan menjadi sarana penyimpanan dana PIP dan dapat ditarik dan ditransaksikan kapan pun sesuai kebutuhan siswa penerima KIP. Sementara pencairan dana bantuan PIP ini dapat dilakukan di ATM dan teller BNI untuk dana yang ada di rekening tabungannya.

Fungsi KIP sebagai rekening e-wallet, yaknidananya dapat digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah secara non tunai, di Koperasi Sekolah, toko perlengkapan sekolah, toko buku atau merchant yang bertanda khusus menerima KIP dan sudah menjadi Agen46 (Agen Laku Pandai BNI). Ternyata implementasi uji coba ini sejalan Gerakan Nasional Non Tunai dari Bank Indonesia (BI) & program peningkatan inklusi dan literasi keuangan yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam pelaksanaan tahap awal uji coba ini, sudah terdapat 28 titik lokasi yang dapat menerima KIP di kota Jogjakarta.

Selain sebagai identitas siswa, KIP BNI juga dicantumkan nomor induk siswa dan dapat berfungsi sebagai kartu ATM yang berafiliasi dengan produk Tabungan BNI Simpanan Pelajar (SimPel). Tabungan BNI Simpanan Pelajar merupakan tabungan untuk siswa yang dapat dimiliki oleh siswa dengan persyaratan mudah dan sederhana, selain itu juga memiliki fitur yang menarik. Mulai dari setoran awal dan setoran selanjutnya yang sangat ringan, bahkan tidak dikenakan biaya administrasi rekening bulanan maupun biaya lainnya. Kemudahan lainnya adalah transaksi yang dapat dilakukan oleh para siswa melaluilebih dari 1.900 Cabang BNI, lebih16.500 BNI ATM, dan 14.000 Agen BNI46 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaan uji coba KIP plus di Yogyakarta hari ini, ada sebanyak 142 siswa yang menerima KIP BNI. Jumlah tersebut berasal dari 26 SMA di Yogyakarta, baik swasta maupun negeri dengan jumlah nilai bantuan sebesar Rp94 juta.

Di tahun 2015 dan 2016 ini, BNI dipercaya untuk menyalurkan bantuan PIP kepada 1.6 juta siswa tingkat SMA yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada Program ini BNI menggunakan rekening BNI SimPel untuk penyalurannya, harapannya BNI bisa memberikan edukasi menabung bagi siswa penerima PIP. (adv/adv)
Berita Terkait