30 Atlet Kelas Dunia Turun di Tenis Meja Peparnas XV

30 Atlet Kelas Dunia Turun di Tenis Meja Peparnas XV

Advertorial - detikNews
Senin, 17 Okt 2016 00:00 WIB
30 Atlet Kelas Dunia Turun di Tenis Meja Peparnas XV
Foto: adv
Jakarta - Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV tahun 2016 memang luar biasa. Banyak hal istimewa yang dicatat dalam penyelenggaraan multi event bagi paralimpia di Jawa Barat ini. Salah satunya, Peparnas XV yang diselenggarakan pertama kali setelah pengelolaannya terpisah dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).

Hal istimewa lain muncul dari cabang olahraga tenis meja. Ada 231 atlet yang berasal dari 30 provinsi ikut meramaikan cabang olahraga tenis meja Peparnas XV/2016 di Jawa Barat. Dari jumlah itu, sekitar 30 orang merupakan atlet kelas dunia yang sudah mendapat ranking dari International Table Tennis Federation (ITTF).

Technical delegate cabang olahraga tenis meja Peparnas XV/2016 Jabar, Rima Ferdianto menuturkan, ke-30 atlet tersebut sudah memiliki peringkat dunia di kelas klasifikasi masing-masing. Mereka pun sudah mengantongi klasifikasi kecacatan dari ITTF.

"Untuk itu, ke-30 atlet difabel tersebut tidak lagi diklasifikasi kecacatannya oleh klasifier Peparnas. Kami tinggal mengikuti hasil dari klasifikasi ITTF, mereka bermain di kelas klasifikasi kecacatan yang mana," ujar Rima saat ditemui di sela-sela pelaksanaan technical meeting tenis meja Peparnas XV di Garden Permata Hotel, Jalan Lemahneundeut No 7, Setrasari, Kota Bandung, Minggu (16/10/2016).

Setiap atlet yang akan bertanding di Peparnas XV dan belum memiliki surat klasifikasi di tingkat internasional, termasuk di cabang olahraga tenis meja, harus melalui tes klasifikasi yang dilakukan oleh klasifier nasional. Klasifikasi kecacatan disesuaikan dengan health condition (kondisi kesehatan) yang terbaru. Pasalnya, terdapat kondisi kecacatan yang bisa membaik dan menurun.

"Kalau kondisi kecacatannya membaik, maka atlet yang bersangkutan akan naik kelas. Kalau kondisi kecacatannya memburuk maka akan turun kelas, seperti pengidap osteogenesis atau kerapuhan tulang yang kondisinya akan menurun setiap tahunnya. Tapi untuk atlet yang sudah memiliki klasifikasi dari ITTF, tidak lagi dilakukan klasifikasi di Peparnas ini dan kita tinggal mengikuti. Itu kadang yang kurang dimengerti oleh para manajer atau ofisial kontingen," ucapnya.

Cabang olahraga tenis meja pada Peparnas XV/2016 akan memperebutkan sebanyak 57 medali emas dari tujuh nomor pertandingan di masing-masing 12 kelas klasifikasi kecacatan. Pertandingan digelar mulai Senin (17/10/2016) hingga Minggu (23/10/2016).

(adv/adv)

Berita Terkait