Tema "Moving Our Nation to The Next Level" kembali diusung IKF di tahun 2016. Namun fokus pembahasannya ialah pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya melalui industri berbasis kreativitas dan pengetahuan. Forum diskusi IKF diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Jika menyinggung pertumbuhan ekonomi Indonesia dan peningkatan kualitas sumber daya Indonesia tentu saja tidak luput dari sosok Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Menteri Pariwisata Indonesia memang dihadirkan untuk membagikan kisah dan kiatnya dalam memajukan pariwisata di berbagai daerah di Indonesia. Arief Yahya merupakan Menteri paling inovatif di tahun 2016 dan Menteri terfavorit Badan Usaha Milik Negara.
Sejumlah gagasan inspiratif datang dari pemikiran mantan dirut Telkom ini. Mulai dari pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi dan industri pariwisata, serta pengembangan kelembagaan. Menurut Arief yahya, pariwisata adalah kunci pembangunan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.
"Pariwisata merupakan penyumbang PDB, devisa, dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah," tutur Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya.
Saat ini, PDB Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Pariwisata menymbangkan 10% PDB nasional dengan nominal tertinggi di ASEAN. Dari sisi devisa, pariwisata menempati urutan ke-4 penyumbang devisa nasional, sebesar 9.3% dibandingkan sektor industri lainnya. Selain itu, pariwisata juga menjadi penyumbang 9.8 juta lapangan pekerjaan atau sebesar 8.4% secara nasional.
Dalam pertumbuhan ekonomi dunia yang fluktuatif, sektor pariwisata mampu mempertahankan pertumbuhan dari berbagai sisi. Di antaranya, pertumbuhan terhadap PDB 0.2%, ekspor dunia 2.3%, dan pertumbuhan jumlah wisatawan mengalami kenaikan 0.4 miliar. Menariknya, industri pariwisata di Indonesia secara langsung mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja dibandingkan semua sektor, kecuali untuk pendidikan, ritel, dan pertanian.
"Hampir dua pekerjaan, secara langsung maupun tidak langsung tercipta dari setiap pekerjaan yang terkait langsung dengan industri pariwisata. Jumlahnya sebesar 8.4% dari total tenaga kerja di Indonesia," papar Arief Yahya.
Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata, tentunya tidak kehabisan ide untuk mengaet wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Tiga program ini digagas oleh Menpar untuk mencapai target wisatawan di tahun 2017. Pertama, Menpar ingin melakukan promosi bebas visa. Kedua, akan ada penambahan rute baru dari negara-negara sumber wisatawan. Terakhir, Menpar ingin meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan pariwisata dengan negara-negara sumber wisatawan.
Branding pariwisata Indonesia yang dikenal dengan Wonderful Indonesia, kini berada di peringkat 47 mengalahkan Thailand (83) dan Malaysia (96). Pasalnya, strategi branding Wonderful Indonesia untuk penetrasi online masih lebih bagus dibandingkan Thailand dan Malaysia.
Berbagai penghargaan berhasil diraih oleh pariwisata Indonesia dibawah pimpinan Arief Yahya. Dalam World Halal Travel Awards 2015 di Uni Emirat Arab, Wonderful Indonesia berhasil menyabet 3 penghargaan sekaligus. Sama halnya dalam UNWTO Award 2016, di Madrid Spanyol, Wonderful Indonesia juga berhasil meraih 3 penghargaan. Wonderful Indonesia juga berhasil menyabet berbagai penghargaan mulai dari, Outbound Travel Mart, Los Angeles Travel Show, Award in France, India International Travel Mart, Award in Hong Kong Flower Festival, Award in ITB Berlin 2015 & 2016, Award in Bulgaria, Award in Singapore, Award in Montenegro, Award in China, Award in Taiwan, PATA Gold Award 2016, hingga meraih penghargaan dari Malaysia Global Leadership Awards.
"Salah satu cara yang dilakukan ialah memanfaatkan endorser internasional dengan followers terbanyak di negaranya dalam program Wonderasia," sambung Arief Yahya.
Bahkan, Philip Kotler (Bapak Marketing Dunia) ditunjuk menjadi Brand Ambassador Wonderful Indonesia pada kesempatan ASEAN Marketing Summit. Tentunya untuk menempatkan pariwisata Indonesia hingga di level ini, diperlukan formula strategi yang luar biasa. Selain itu, Kemenpar juga sudah mulai aktif menggunakan pola Digital untuk memperomosikan pariwisata Indonesia.
BCA Senantisa di Sisi Anda (adv/adv)










































