Kelahiran generasi millenial atau yang dikenal sebagai Gen Y terjadi pada kurun waktu 1990 hingga 2000-an. Generasi milenial dipercaya akan membawa perubahan dan menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia maupun dunia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), komposisi penduduk usia produktif 15 – 35 tahun saat ini mencapai 40% dari total jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ini diperkirakan melonjak 50%-60% hingga tahun 2020 mendatang.
Pengaruh yang dibawa oleh Gen Y meliputi perubahan gaya hidup, mulai dari cara berkomunikasi, cara berinteraksi melalui jejaring sosial, transaksi pembayaran, hingga model bisnis baru yang kreatif. Hal itu bisa terjadi karena Millennials begitu akrab dengan teknologi digital. Menariknya, pemerintah ikut mendukung langkah millennials melalui Badan Ekonomi Kreatif. Dukungan tersebut dilakukan dengan peta e-Commerce yang ditetapkan sebagai program nasional pada akhir Januari 2016 lalu. Tantangan seputar ide, kreativitas, kebebasan berekspresi dan pengetahuan tentu menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Dengan begitu dampaknya akan terasa positif, terutama bagi perekonomian Indonesia di masa mendatang.
Melalui BCA Learning Service, BCA turut berpartisipasi mendukung langkah millennials dengan menggelar IKF. Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengungkapkan bahwa IKF merupakan ajang rutin tahunan yang diselenggarakan BCA melalui BCA Learning Service dalam rangka mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Tahun 2012, IKF untuk pertama kalinya digelar oleh BCA Learning Service. Besarnya animo masyarakat terhadap acara tersebut membuat IKF rutin digelar setiap tahunnya hingga saat ini.
![]() Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (kiri) bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong (kanan) dan Wakil Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono (tengah) sedang meninjau salah satu booth bisnis start up dalam acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) V di Jakarta, Kamis (6/10). |
Tahun 2016 merupakan tahun ke-5 penyelenggaraan IKF sebagai sebuah 'Pesta Akbar Knowledge' terbesar di Indonesia. Penyelenggaran IKF di tahun ke-5 tetap berfokus pada tema besar "Moving Our Nation to the Next Level" yang berlandaskan pada semangat untuk membangun negeri melalui pengetahuan. Dengan begitu, IKF diharapkan tetap mampu menjadi salah satu motor penggerak dan advokasi bangsa, baik di dalam maupun di luar negeri.
"Kami menyadari adanya optimisme dan tekad yang kuat dari masyarakat Indonesia untuk meraih kemajuan dan perubahan pada setiap sektor. Optimisme dan tekad yang kuat ini harus didukung melalui pembelajaran yang memadai dari orang-orang yang tepat, yang mumpuni dari sisi pengetahuan dan pengalaman," tutup Jahja.
Selama dua hari digelar, Forum IKF menghadirkan pembicara-pembicara yang inspiratif. Di hari pertama para pembicaranya antara lain :
1. A. Tony Prasetiantono – Pengamat Ekonomi sekaligus Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk
2. Fadjar Hutomo – Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif
3. Yohanes Surya – Founder of Yayasan Surya Institute
4. William Tanuwijaya – CEO Tokopedia
Sementara itu, di hari kedua para pembicaranya antara lain:
1. Ekonomi: Yongky Susilo (Executive Director The Nielsen Indonesia), Burhanuddin Abdullah dan Cyrillus Harinowo – Pengamat Ekonomi, Fauzi Ichsan (Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan)
2. Marketing: Mohamad Feriadi (Presiden Direktur JNE), Gunawan Susanto (Presiden Direktur PT IBM Indonesia), Anne Avantie (Perancang Busana)
3. Creativity & Innovation: Perry Tristianto (Raja Factory Outlet, Founder Wisata Lembang), Avanti Fontana (Co-Founder CIS School of Innovation & Planet Inovasi Faculty Member Universitas Indonesia), Pandji Pragiwaksono (Indiepreneur, Stand-Up Comedian)
4. HC & Leadership: Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Eka Sari Lorena Soerbakti (Managing Director PT Eka Sari Lorena Logistics), Emirsyah Satar (Chairman of MatahariMall.com)
BCA Senantiasa di Sisi Anda












































