Acara yang telah dimulai pada 29 Agustus lalu di Jakarta ini berbeda dengan perhelatan sebelumnya. Kali ini BlackInnovation 2016 memperluas kesempatan para kreator dan inovator untuk mengikutsertakan inovasi produk yang berhubungan dengan internet atau digital (Internet of Things/IoT). Seluruh inovator dapat mendaftarkan ide atau desain produk inovasinya dalam BlackInnovation 2016 secara online sampai November mendatang melalui BlackInnovation 2016.
BlackInnovation 2016 mengajak para generasi muda untuk berinovasi. Acara ini juga dimeriahkan oleh para juri BlackInnovation 2016. BlackInnovation Roadshow ini telah hadir di lima universitas di lima kota di Indonesia. Di antaranya Universitas Mercu Buana,Jakarta (7 September), Universitas Diponegoro,Semarang (21 September), Universitas Gajah Mada,Jogjakarta (23 September 2016) dan Universitas Brawijaya,Malang (27 September).
![]() |
BlackInnovation menghadirkan talkshow dengan tema Innovation as an Ability to Convert Ideas Into Values" di lima universitas dengan menghadirkan inovator muda Indonesia. Di Universitas Mercubuana, talkshow dimeriahkan oleh Rama Raditya - CEO Qlue dan Irvan Hermawan - inovator produk Stapack. Di Universitas Diponegoro, Semarang dimeriahkan oleh pembicara Svasti Manggalia - pemilik Svas Living sekaligus juri BlackInnovation 2016, Gisneo Pratala Putra - konsultan teknologi dan internet of things, Arifin Bong - perwakilan BlackXperience.com, serta Irsan Saputra - mentor teknis IBM BlackInnovation 2016.
![]() |
Perwakilan dari BlackXperience.com,Dhirgantara juga mengungkapkan bahwa kehadiran BlackInnovation memiliki tujuan yang akan berguna bagi generasi muda. "Kehadiran kami di berbagai kampus tersebut untuk memberikan motivasi berinovasi bagi civitas akademi yang pada dasarnya memiliki energi gagasan yang cukup besar.BlackXperience akan berbagi pengalaman dan berdiskusi terkait ide inovasi yang dapat dikembangkan untuk kehidupan masyarakat di Indonesia. Di kampus yang dikunjungi,BlackInnovation 2016 juga akan membuka pendaftaran bagi calon peserta yang ingin mendaftarkan ide gagasan inovasinya,"tukasnya.
![]() |
Tak hanya inovasi produk untuk digunakan sehari-hari saja yang dikedepankan oleh BlackInnovation 2016. Kali ini, BlackInnovation 2016 juga memperluas kategori meliputi produk digital kreatif. Contohnya pengaplikasian informasi kota pintar (smart city), seperti informasi banjir, notifikasi gempa dan tsunami, atau sekedar aplikasi digital dalam rumah tangga.
Nantinya, peserta kompetisi BlackInnovation 2016 akan melewati penyeleksian (screening) oleh penjurian internal, presentasi, mentoring, dan penjurian pada bulan November. Sebanyak 30 peserta terbaik akan melakukan presentasi penjurian di akhir November 2016 dan kemudian akan disaring 15 peserta terbaik. Nantinya 15 peserta ini akan lanjut ke tahap penjurian dan mentoring melalui pembuatan dari ide inovasi ke mock-up (contoh produk) dan presentasi di depan para juri.
Sebanyak tujuh juri pengamat dan praktisi inovasi didatangkan dalam penjurian BlackInnovation 2016. Di antaranya Danny Oei Wirianto (CMO GDP Venture), M. Yukka Harlanda (CEO Bro.Do), Achmad Fadillah (Desainer Produk), Aulia Faqih (CEO & Founder dirakit.com), Svasti Manggalia (Owner Svas Living), Rama Raditya (CEO Qlue), dan Budi Suwarna (Jurnalis Senior). Ketujuh juri ini akan melakukan penjurian saat presentasi inovasi peserta.
Peserta BlackInnovation 2016 berkesempatan untuk memenangkan total hadiah berupa uang tunai dan paket perjalanan Innovation Journey ke industri kreatif di luar negeri.
(adv/adv)














































