Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Ahmad Heryawan selaku Ketua Umum PB PON yang juga gubernur Jawa Barat mengungkapkan bahwa hal tersebut harus bisa disikapi dengan lebih bijak. Oleh sebab itu, Aher panggilan akrab gubernur Jawa Barat ini kerap meminta masyarakat agar selalu meninjau kembali informasi yang beredar. Seluruh informasi dari berbagai media harus dicari tahu buktinya agar bisa dipercaya validitasnya.
"Di luar sana, banyak sekali informasi yang belum tentu sesuai dengan fakta di lapangan dan beredar di kalangan masyarakat. Kasus-kasus kericuhan yang terjadi selama PON berlangsung banyak mengundang perhatian masyarakat khususnya netizen yang menerima informasi lewat media sosial yang belum tentu valid," ujar Aher di Media Center Utama PON XIX, Rabu (28/9/2016).
Aher memang menyadari ada fenomena perbedaan persepsi masyarakat dalam menyikapi informasi terkait isu yang berkembang. Terutama persepsi yang diterima netizen di sosial media. Contohnya mengenai kabar seputar kericuhan dalam beberapa cabor PON.
Oleh sebab itu, Aher kembali menghimbau kepada para netizen pengguna media sosial untuk tidak skepstis dalam menyikapi informasi yang diperoleh. Diharapkan, para netizen mau melakukan verifikasi atau peninjauan kembali atas informasi yang diperoleh. Terutama informasi dari media sosial. Menurut Aher, informasi tersebut jangan sampai menghadirkan sikap dan pendapat yang negatif dalam berbagai aspek dan di khalayak luas.
Dengan begitu, verifikasi atau peninjauan kembali terhadap informasi memang sangat diperlukan. Tujuannya, agar masyarakat menerima fakta yang valid. Itu merupakan sikap yang bijak dan dewasa dalam menerima informasi. Bahkan menurut Aher, penyikapan informasi seperti ini, diperlukan saat menerima informasi mengenai berbagai persoalan yang muncul di arena seperti, polo air, gulat, dan berkuda.
"Dalam merekontruksi fakta untuk dikonsumsi khalayak umum, tentu saja harus berimbang dengan verifikasi yang tidak cukup sekali saja," ujar Aher.
Aher juga menyadari bahwa Jawa Barat masuk dalam sorotan media, terutama media sosial dari beberapa peristiwa yang telah terjadi. Menurut Aher, itu merupakan hal yang wajar terjadi. Pasalnya, dalam PON XIX, Jawa Barat bertindak sebagai tuan rumah. Namun, sikap dewasa dan bijak dalam menerima informasi perlu dikedapankan dalam memberikan sorotan ini. (adv/adv)











































