Lembaga PenjaminSimpanan (LPS) didirikan sebagai bentuk respons atas pengalaman Indonesia menghadapi krisis keuangan yang pernah terjadi dan mengantisipasi timbulnya krisis kembali yang tanpa bisa diprediksi. Didirikan melalui Undang-Undang, LPS menjadi salah satu unsur penjaga stabilitas sistem keuangan.
Pada Kamislalu (22/9), LPS tepat menginjak usia kesebelas. Selama kurun waktu sebelas tahun tersebut, yakni daritahun 2005 hingga 2016, LPS telah melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai Undang-Undang. Fungsi dan tugas tersebut di antaranya menjamin simpanan nasabah penyimpan di bank dan ikut aktif menjaga stabilitas sistem keuangan sesuai kewenangannya.
Meskipun perjalanan LPS hingga sebelas tahun belum dapat menyamai perjalanan lembaga penjamin simpanan di dunia lainnya yang telah lebih lama berkiprah, seperti Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) yang telah berdiri sejak 1933. Namun, LPS telah memiliki kiprah besar dalam mendukung stabilitas sistem perbankan.
Tentunya sebuah negara selalu mengalami dinamika perkembangan situasi keuangan, khususnya perbankan. Oleh karena itu, LPS terus meningkatkan dan mengembangkan kemampuan SDMnya. Apalagi setelah disahkannya Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK), LPS makin fokus terhadap implementasi UU PPKSK. Ini dikarenakan peranan LPS dalam stabilitas sistem keuangan akan semakin besar, terutama melalui beberapa alternatif penanganan bank seperti bridge bank danpurchase & assumption.
Pada perayaan 11 tahun kali ini, LPS menggelar sebuah seminar internasional dengan tema "Challenges to Global Economy" di Jakarta, Kamis (22/9). Pada seminar tersebut, LPS menghadirkan Presiden Bank Sentral Eropa (Eropa Central Bank/ECB) 2003-2011, Jean Claude Trichet sebagai pembicara utama serta Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebagai pembicara kunci. Diharapkan, seminar ini dapat memberikan pemahaman dan berbagi pengalaman kepada industri perbankan dalam merespon kondisi ekonomi global saat ini.
Kepedulian Sosial Tetap Menjadi Perhatian
Di tengah suasana merayakan hari jadi LPS yang kesebelas, datang sebuah kabar bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Kabupaten Garut. Banjir bandang yang tak terprediksi sebelumnya menyapu beberapa kawasan tersebut. Puluhan jiwa menjadi korban, ratusan warga mengungsi dan kerugian fisik yang besar nilainya.

Foto: Sebagian masyarakat yang mendapatkan bantuan LPS di Kabupaten Garut.
Atas kejadian tersebut, keluarga besar LPS turut prihatin atas musibah banjir di Kabupaten Garut tersebut. Oleh karena itu, LPS merespons dengan mengirimkan bantuan dalam penanganan krisis bencana atau tanggap darurat. Melalui posko Desa Haur Panggung, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Tim LPS Peduli telah mengirimkan bantuan logistic berupa paket pakaian dalam, kebutuhan bayi dan balita (popok, bubur instan, susu UHT), peralatan mandi, dan beberapa peralatan untuk membersihkan bekas banjir. Kemudian akan dilanjutkan dengan bantuan tahap kedua berupa bantuan non-fisik, seperti pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan penyembuhan trauma.











































