Yang Terfavorit di Kemang

Yang Terfavorit di Kemang

Advertorial - detikNews
Jumat, 26 Agu 2016 00:00 WIB
Yang Terfavorit di Kemang
Jakarta -

Biasanya disaat perekonomian suatu negara kurang kondusif, permintaan terhadap kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan papan atau hunian dipastikan menurun. Ternyata statement tersebut tidak selalu benar, khususnya di bidang properti. Properti Indonesia di kuartaI 3 tahun 2016 diakui tahan banting. Pergerakannya terus bergerak membaik normal, sehingga dengan membeli properti pada saat ini diharapkan dapat meraih keuntungan kedepannya.

Hal ini dibuktikan oleh proyek hunian apartemen yang saat ini dikembangkan oleh Synthesis Development di Kemang, yaitu Synthesis Residence Kemang. Synthesis Residence Kemang tetap menarik minat para pencari hunian dan investor, hal ini terlihat dari sukses terjualnya Tower Sadewa sekitar 95% dan Tower Nakula sekitar 45%.

"Synthesis Residence Kemang diprediksi terus diminati karena menghadirkan hunian dengan fasilitas yang lengkap dengan harga yang kompetitif, serta mengedepankan konsep arsitektur bertema etnik tradisional modern khas Jawa dengan mengimplementasi kekhasan Batik Kawung, Rumah Joglo dan karya seni patung Bancak Doyok. Selain itu terdapat fasilitas yang lengkap seperti kolam renang, sauna, fitness center, area komersial, hingga 60% area apartemen dibuat menjadi area hijau untuk taman bernama Taman Tirta Asana." papar Imron Rosyadi, Sales and Marketing General Manager Synthesis Residence Kemang.

Untuk kemudahan aksesnya, Synthesis Residence Kemang berada di tiga magnet kehidupan, yaitu kawasan Kemang, Central Business District (CBD) Sudirman dan TB Simatupang. Selain itu, kawasan Kemang dikelilingi fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat hiburan, hingga perkantoran.

Kesempatan untuk berinvestasi di bidang properti saat ini harus dimanfaatkan baik-baik, dikarenakan adanya dukungan dari berbagai kebijakan pemerintah Indonesia, untuk mendongkrak perekonomian. Salah satunya adalah pemberlakuan kebijakan tax amnesty yang menyebabkan permintaan untuk instrumen investasi tentunya akan meningkat. Apalagi kini pemerintah tengah gencar membuka peluang properti di Indonesia. Ditambah lagi kini Bank Indonesia (BI) sudah menentukan suku bunga/BI rate di kisaran 6,5%, yang kecenderungannya akan terus diturunkan.

Tak hanya itu, BI kini telah memberikan kelonggaran aturan Loan to Value (LTV) atau Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Jadi, pembeli bisa membayar uang muka atau Down Payment (DP) dengan lebih murah. Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan rencana membuka kepemilikan asing di bidang properti, khususnya apartemen pun sedang digencarkan oleh pemerintah.

Info terbaru, pemerintah memangkas pajak penghasilan (PPh) final atas penjualan tanah dan bangunan non subsidi, dari 5 persen menjadi 2,5 persen, yang akan berlaku efektif 30 hari sejak diundangkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2016 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan dari Pengalihan Hak Atas Tanah atau Bangunan, dan Perjanjian Peningkatan Jual Beli Atas Tanah dan atau Bangunan Beserta Perubahannya.

"Kalau dilihat secara market, hanya ada dua tujuan kepemilikan dibidang properti. Sebagai end user yang membeli properti untuk tinggal atau membeli sebagai investasi. Dua kebutuhan ini yang coba kami akomodir dengan menghadirkan hunian yang nyaman, lengkap, dan adanya keunikan. Fasilitas internal dan eksternalnya juga harus memadai seperti kualitas bangunan dan kemudahan akses, dengan harga yang kompetitif," ujar Imron

Imron juga menambahkan, kelebihan dan uniqueness dari Synthesis Residence Kemang tetap diminati adalah karena mengedepankan tiga hal penting. "Pertama konsepnya kental akan budaya Indonesia. Kedua dari sisi investasi dan ketiga dari demand-nya. Sebagai informasi tambahan pada 29 Agustus 2016 Synthesis Residence Kemang akan mengalami peningkatan harga, dan progress pembangunan saat ini sudah mulai dilakukan test pile, yang akan diserahterimakan pada pertengahan tahun 2019." tutup Imron.

Anda bisa langsung kunjungi Marketing Gallery Synthesis Residence Kemang di Jalan Ampera Raya No. 1A – Jakarta Selatan. Untuk informasi dapat menghubungi no telepon (021) 78830900 atau 081382200900 (WA only). Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi www.synthesisresidencekemang.id.

Synthesis Residence Kemang unit one bedroom bisa dimiliki dengan harga mulai Rp1,2 miliar, untuk two bedroom mulai harga Rp1,7 miliar dan mulai Rp3.6 miliar untuk unit three bedroom. Menariknya, di bulan Agustus 2016 manajemen Synthesis Residence Kemang, memberikan promosi angsuran sebanyak 71x dan potongan harga 71% untuk booking fee.

(adv/adv)
Berita Terkait