Awalnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika meminta Freeport untuk membangun lapangan terbang perintis. Selanjutnya, diikuti dengan survey lapangan pada tahun 2005. Kemudian pada tahun 2007, mulailah dilakukan pengangkutan dan pemasangan Dozer ke desa Mulu, lokasi lapangan terbang desa Tsinga. Kurang lebih seperti itulah kisah pembangunan lapangan terbang yang memiliki nama asli "Naramatei".
Pengangkutan Dozer diperlukan untuk pembangunan lapangan terbang tersebut. Lokasinya cukup rumit, berada di dataran tinggi, sekitar 6.500 kaki atau 1.950 meter di atas permukaan laut (dpl). Berbagai cara dilakukan untuk memudahkan pengangkutan. Setiap bagian-bagian dozer harus dilepas agar bisa diangkut. Kemudian harus disesuaikan juga dengan kemampuan daya angkut helikopter.
Pada pertengahan Mei 2007, proses perataan (cut and fill) kontur tanah yang bergunung sudah mulai dilakukan. Pekerjaan tersebut memakan waktu lebih kurang 13 bulan. Pendaratan perdana di lapangan terbang Mulu dilakukan oleh Kapten Dennis dan kru MAF pada tanggal 19 Januari 2010. Kemudian dilanjutkan dengan diterbitkannya surat ijin operasi sementara oleh Dinas Perhubungan Provinsi Papua.
Lapangan terbang Mulu akhirnya diresmikan oleh Bupati Mimika, Klemen Tinal dan disaksikan para tokoh masyarakat, serta ratusan warga Tsinga pada tanggal 28 Januari 2011. Lapangan terbang Mulu memiliki landasan pacu sepanjang 630 meter dengan lebar 30 meter dan dapat didarati pesawat jenis twin otter.
Selain itu, lapangan terbang Mulu juga dilengkapi dengan gedung terminal seluas 12 x11 meter persegi, radio SSB, generator set KVA, wind direction, serta ruang tunggu penumpang. Lapangant terbang ini tidak hanya membuka isolasi tetapi juga meningkatkan kualitas SDM dan kebutuhan dasar. Semuanya dilakukan secara keseluruhan, baik di bidang pendidikan dan bidang ekonomi yang menuju kemandirian.
Jika berjalan kaki, perjalanan antara Tsinga dan Timika bisa memakan waktu hingga 4 hari. Dengan adanya Lapangan Terbang Mulu, masyarakat kini dapat melakukan perjalanan tersebut dalam waktu 15 menit saja. Selain itu, diberlakukan juga sistem tiket pesawat bersubsidi. Saat ini masyarakat sekitar telah mendapatkan manfaat dari hadirnya lapangan terbang Mulu. (adv/adv)











































