Beberapa proses dijalankan secara terpadu dalam program SDBT. Mulai dari pengembangan solusi, penerapan, hingga pembinaan dan pendampingan yang mengikutsertakan komponen profesional dan masyarakat lokal yang relevan. SDBT ditujukan untuk desa tertinggal, meliputi desa nelayan, desa pedalaman, dan desa pertanian.
Program SDBT diharapkan menghasilkan solusi berupa keterpaduan dari Jaringan, Perangkat, Aplikasi dan Pendampingan SDM. Selain itu, SBDT juga memiliki tujuan utama yakni meningkatkan produktivitas masyarakat, menyediakan akses pasar untuk menjual hasil produk, dan mendapatkan informasi harga terbaik. Selain itu, tujuan lainnya adalah menyediakan akses kesehatan dan keamanan dasar bagi masyarakat sekitar.
Dengan program ini, diharapkan para inovator muda mampu menyajikan solusi dan implementasi yang menggabungkan elemen jaringan, perangkat, aplikasi dan dukungan sistem. Maka dari itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, professional, dan kalangan inovator muda yang akan mampu merealisasikan kesejahteraan bangsa secara menyeluruh.
Ini dikarenakan salah satu indikasi kemajuan bangsa adalah saat seluruh warganya sehingga di elemen pelosok desa, mampu menikmati akses yang mudah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan kesejahteraannya.
Menteri Komunikasi dan Informatika telah meresmikan program SDBT pada 15 April lalu. Tercatat sebanyak 238 pendaftar yang kemudian disaring melalui seleksi yang ketat. Kini telah tersaring 23 inovator muda yang masuk tahap penjurian final. Para innovator muda ini akan melewati beberapa tahapan. Di antaranya seleksi awal oleh para juri menyaring 30 inovator muda, one day workshop, acara bootcamp yang dihadiri oleh 25 tim selama 3 hari mulai dari tanggal 24 Juni hingga 26 Juni dan didampingi oleh 18 mentor yang merupakan ahli di setiap bidangnya.
23 tim terpilih untuk mempresentasikan solusi mereka di Presentasi Penilaian Final setelah diberikan waktu 5 minggu. Presentasi Penilaian Final akan dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 3 Agustus 2016 dalam dua tahapan. Tahap pertama Pameran SDBT pada tanggal 2 Agustus di Aula Panca Gatra, Lemhannas, Jl. Kebon Sirih no.32 Gambir, Jakarta Pusat. 23 Tim peserta akan memamerkan solusi mereka di tiap-tiap booth yang telah disediakan.
![]() |
Menteri Kominfo akan menghadiri acara ini untuk berdiskusi dan melakukan simulasi secara langsung terhadap aplikasi dan solusi yang telah dibuat. Pameran terbuka bagi umum dan mengundang masyarakat secara langsung merasakan dan melakukan uji coba serta memberikan masukan melalui kuesioner agar dapat menjadi feedback untuk setiap tim.
Pada hari kedua, yakni 3 Agustus akan diberlangsungkan tahap kedua. Agenda yang akan dilakukan adalah penilaian final di Hotel Sofyan Betawi. Setiap tim akan mempresentasikan aplikasi dan solusi yang telah mereka buat untuk diberikan penilaian akhir oleh para juri. Setelah semua tim mempresentasikan solusinya, para juri akan melakukan diskusi dan pembahasan untuk menentukan 6 solusi terbaik, masing-masing 2 solusi terbaik untuk kategori Nelayan, kategori Pertanian, dan kategori Pedalaman.
Ada beberapa desa yang terpilih menjadi Desa Piloting, yang merupakan tempat mengimplementasikan 6 solusi terbaik. Di antaranya adalah Desa Meskom, Kec. Bengkalis – Riau, Desa Panca Karsa I, Kec. Taluduti – Gorontalo dan Desa Fatukbot, Kec Atambua – NTT. Proses implementasi akan dijalankan sekitar 2 minggu. Selain dilakukan uji coba, juga akan dilakukan penyempurnaan terhadap solusi yang telah dibuat berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Tindak lanjut dari pelaksanaan piloting adalah implementasi solusi secara masif di 500 lokasi Desa 3T dengan bekerja sama dengan Operator Telekomunikasi pada tahun 2017.
(adv/adv)












































