Sebanyak delapan badan usaha milik negara (BUMN) yang merayakan hari ulang tahun pada bulan Juli 2016 memperingati hari kelahiran mereka bersama Menteri BUMN RI Rini M Soemarno di Wonosobo, Jawa Tengah. Acara yang mengusung tema Bersahabat dengan Alam, BUMN Hadir untuk Negeri ini diisi dengan beragam aktivitas yang sarat dengan kedekatan pada alam. Salah satu aktivitasnya adalah membenahi sarana penunjang wisata di objek wisata alam Bukit Sikunir.
Rangkaian acara perayaan hari ulang tahun 8 BUMN tersebut digelar pada Sabtu (30 Juli 2016). Hadir pada kesempatan tersebut Menteri BUMN RI Rini M Soemarno, serta delapan direktur utama BUMN yang berulang tahun. Direktur utama yang hadir adalah Direktur Utama BNI Achmad Baiquni; Direktur Utama Jamkrindo Diding S Anwar; Direktur Utama PT Biro Klarifikasi Indonesia (BKI) Rudiyanto; Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Perumnas Himawan Arif Sugito; Direktur Utama Indofarma Arief Budiman; Direktur Utama Antam Tedy Badrujaman; Direktur Utama Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto; serta Direktur Utama Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) Edy Setijono. Hadir juga direksi dari hampir seluruh BUMN lainnya, sehingga ada lebih dari 100 BUMN yang mengikuti rangkaian aktivitas tersebut.
Rini mengungkapkan, kehadiran BUMN-BUMN di Wonosobo dimaksudkan untuk mencari peluang-peluang dukungan dari BUMN melalui Program BUMN Hadir Untuk Negeri kepada Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat Wonosobo. Sinergi BUMN tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap upaya-upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran pemerintah daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rangkaian acara yang bernuansa alam menjadi aktivitas pembuka dalam perayaan HUT ke-8 BUMN ini, yaitu menyaksikan Golden Sunrise di Bukit Sikunir, yang memiliki ketinggian 2.263 meter di atas permukaan laut. "Wonosobo itu kota yang sangat indah," ungkap Rini.
Kunjungan Menteri BUMN dan direksi dari hampir seluruh BUMN tersebut membawa dampak positif karena salah satu program yang diusung BNI adalah Penataan Sarana Prasarana Penunjang Pariwisata Bukit Sikunir, terutama sarana pengamanan berupa tali pegangan disepanjang jalur jalan kaki menuju puncak Bukit Sikunir. Dengan penambahan sarana tersebut, para wisatawan yang hendak naik ke puncak Bukit Sikunir akan merasa lebih nyaman.
Rangkaian acara berlanjut di Telaga Menjer dan Alun-alun Wonosobo. Kedelapan BUMN yang berulangtahun kembali memberikan kontribusinya dengan menyumbangkan 800 paket Sembilan Bahan Makanan Pokok (Sembako) bagi 800 buruh gendong.
Pada kesempatan ini, BNI menambahkan kontribusi terhadap masyarakat setempat dengan membantu renovasi Mushola dan 5 toilet di Telaga Menjer. Telaga Menjer merupakan lokasi pusat kegiatan ritual Pemotongan Rambut Gembel.yang juga dihadiri oleh Menteri BUMN. Aksi sosial lain yang dilaksanakan BNI adalah menyerahkan mesin Granolle untuk kelompok usaha tani Purna di Wonosobo. Mesin tersebut digunakan sebagai alat pengolah makanan masyarakat setempat. Sebagai salah satu upaya peningkatan literasi dan inklusi lembaga keuangan, BNI juga menghadiahi warga yang menghadiri acara tersebut dengan 10 tabungan BNI Taplus.
![]() |
CARICA DAY
Perayaan HUT ke-8 BUMN tersebut diramaikan juga dengan acara Deklarasi CARICA Day, yaitu program pencatatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk makan Carica oleh 5.555 peserta pada waktu bersamaan. Pada saat bersama, MURI juga menyerahkan piagam rekor untuk Penjualan Sembako Murah kepada lebih dari 15.000 penerima di seluruh Indonesia.
BNI pun berupaya turut mendukung peningkatan kapasitas usaha para pengrajin asinan buah Carica yang merupakan produk khas Wonosobo. Salah satu dukungan yang diberikan BNI pada kesempatan tersebut adalah menyerahkan 2 unit motor roda tiga untuk pengangkutan hasil perkebunan Carica pasca panen kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) serta menyediakan 20 unit mesin Cup Sealer bagi MPIG Carica Dieng serta 300 keranjang buah Carica.
Untuk membantu keberlanjutan produksi buah Carica, ke-8 BUMN yang ulang tahun menyumbangkan 200 bibit pohon Carica. Bibit pohon tersebut diserahkan kepada Perhutani untuk ditanam dan dipelihara, sehingga pasokan buah Carica dimasa mendatang lebih terjamin.












































