Kenaikan laba bersih ini antara lain didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya sebesar 15,5 persen menjadi Rp 26,1 triliun. Peningkatan pendapatan bunga bersih ini ditopang oleh kenaikan kredit sebesar 11,5 persen menjadi Rp 387 triliun.
Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, mengatakan hampir seluruh sektor kredit perusahaan meningkat sepanjang tahun ini. Salah satu penyumbang terbesar kenaikan kredit adalah dari sektor korporasi sebesar 19,6 persen menjadi Rp 135,39 triliun (year on year/yoy), kredit komersial dan UKM naik 6,5 persen menjadi Rp 146,53 triliun (yoy) dan kredit konsumer naik 9,1 persen menjadi Rp 105,15 triliun (yoy).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Jahja mengatakan, pada semester II 2016, BCA akan terus melakukan investasi untuk memperkuat transaksi dan infrastruktur kredit. Selain itu, BCA juga akan terus meningkatkan efisiensi operasional untuk menjaga persaingan. "Pada semester II 2016, beberapa faktor yang menentukan pertumbuhan kinerja adalah suku bunga dan daya beli dan adanya program tax amnesty," ujar Jahja.
Sahabat Prioritas dapat mengakses Laporan Keuangan BCA di sini, Laporan Keuangan Per Bulan BCA di sini dan Laporan Finansial Per Kuartal di sini.
Sumber: Website BCA Prioritas
(adv/adv)












































