Di dalam aplikasi "Ayo Bayar Zakat" ada kalkulator zakat, laporan distribusi zakat hingga ambulans gratis. Peresmian dan peluncuran aplikasi "Ayo Bayar Zakat" dilakukan oleh Wali Kota Bandung – Ridwan Kamil di Masjid Raya Provinsi Jabar, Jalan Asia Afrika, Minggu (29/6).
Aplikasi "Ayo Bayar Zakat" merupakan cara kreatif yang digunakan Pemkot Bandung dalam mengimbau warga Bandung yang mampu untuk menunaikan kewajibannya membayar zakat. "Setiap individu harus meyakini bahwa tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah," kata Emil.
Selain inovasi zakat dalam bentuk aplikasi, baik muzaki (pemberi zakat) maupun mustahik (penerima zakat) nantinya akan diberi kartu khusus. "Supaya keren, setiap pembayar zakat akan saya kasih kartu, supaya bangga menjadi bagian kaum tangan di atas. Yang Mustahiq juga diberi kartu, nanti ada tulisan doa semoga bisa menjadi muzaki, tidak lagi mustahik," terangnya.
Sebagai pembina, Pemkot Bandung dan Kementerian Agama Kota Bandung membawahi pelaksana zakat mulai dari Baznas Kota Bandung, Lembaga Amil Zakat Kota Bandung hingga Forum Zakat Kota Bandung. Ada 15 lembaga amil zakat di Bandung yang bersatu untuk mendukung program ayo bayar zakat ini.
Warga Kota Bandung bisa membayarkan zakatnya melalui Pusat Zakat Umat (PZU), Dompet Peduli Umat Darut Tauhid (DPUDT), Rumah Amal Salman ITB, Sinergi Foundation, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Panti Yatim Indonesia, Baitul Maal Hidayatullah, Yatim Mandiri, Inisiatif Zakat Indonesia, YBM BRI, Lazis Dewan Dakwah Indonesia, Rumah Yatim, Lazis MU (Muhammadiyah) dan Lazis NU (Nahdatul Ulama). (adv/adv)










































