Tahun 90-an, Djong Erni memulai usaha di bidang fashion dengan menerima jahitan dari orang lain. Usaha tersebut ia lakukan di rumah selama empat tahun lamanya. Dari menerima jahitan, ia kemudian belajar banyak hal, seperti menjahit, mendesain, hingga akhirnya mencoba untuk membuka usaha sendiri.
Usaha tersebut ia kembangkan dengan membuka toko baju di Tanah Abang Blok C. Dikarenakan belum ada pengalaman yang mumpuni, tokonya selalu sepi dan akhirnya Djong Erni memutuskan untuk pindah ke Blok B. Di toko tersebut, ia mencoba menjual berbagai baju. Mulai dari daster, baju anak-anak, baju remaja dan kembali ke busana muslim.
Berbagai kendala terus dialami oleh Djong Erni, terutama saat ia berjualan busana muslim yang perkembangannya tidak begitu bagus. Hingga tujuh tahun silam saat kemeja putih sedang digandrungi kaum wanita.
Berbekal kreativitas dan bakat menjahit yang diturunkan oleh ayahnya, Djong Erni pun mencoba mendesain kemeja putih tersebut dengan aneka asesoris yang unik dan menarik, sehingga tidak hanya tampil sebagai kemeja putih yang biasa-biasa saja. Inilah yang menjadi titik balik bisnisnya di bidang pakaian wanita.
Djong Erni pada akhirnya merasa menemukan bisnis yang tepat. Baju wanita (atasan) produksinya laris manis di pasaran. Instingnya yang kuat di bidang fashion terus dikembangkan.
Djong Erni pun mulai mendesain baju-baju wanita dengan aneka model dan warna serta kombinasi brokat dan asesoris lainnya yang membuat produksinya semakin disukai oleh pelanggan. Djong Erni pun fokus pada bisnis ini dan pindah ke Metro Tanah Abang. Kini ibu lima anak ini sukses membuka beberapa toko di Tanah Abang.
"Saya tidak mengikuti trend, selalu mencari yang lebih abadi. Kalau mengikuti trend butuh kecepatan, sebentar trendnya sudah berubah lagi. Tapi perpaduan dari bahan tekstil, model, pola dan kualitas jahitan yang bagus sehingga nyaman dipakai, serta harga yang terjangkau membuat baju-baju produksi saya digemari," ujar Djong Erni.
Koleksi baju dari Djong Erni ini dijual secara grosir per seri. Pembeli bisa membeli seri 4 warna dan 6 warna. Mulai dari Solo, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Medan, Bukittinggi dan berbagai kota besar di penjuru tanah air, sampai mancanegara seperti Filipina dan Iran, koleksi Djong Erni dipasarkan.
"Hal yang paling susah adalah mencari pengalaman itu sendiri. Dulu, merintis usaha tanpa pengalaman itu susah. Semuanya saya mulai dari nol. Kiatnya jangan patah semangat. Kalau saya patah semangat, saat itu saya sudah tidak dagang lagi" kenangnya. Semangat pantang menyerah Djong Erni yang kerap disapa Ci Yuli ini membuahkan hasil. Kini ia telah memiliki beberapa toko di Metro Tanah Abang.
![]() |
Menjelang Ramadan, biasanya permintaan untuk produksi baju meningkat. Djong Erni yang telah bergelut di dunia ini selama bertahun-tahun telah mengamati bagaimana lika-liku penjualan busana wanita.
"Produksi menjelang Ramadan pasti kita tingkatkan. Tapi pada dasarnya produksi saya tidak pernah stop. Tiap hari selalu jalan. Stabil. Per harinya bisa produksi 2.000 potong. Karena produksi cukup tinggi, menjelang Ramadhan seperti ini, stok saya tetap ada," cerita Djong Erni.
Tujuh tahun belakangan, Djong Erni mengaku penjualannya semakin bagus. Ini dikarenakan sejak tujuh tahun yang lalu, ia dekat dengan BCA. "BCA memberikan dukungan kredit modal kerja yang mempermudah saya untuk memperluas usaha dengan membuka toko-toko di lokasi strategis. Pokoknya, buat saya, BCA membuat semua menjadi nyaman dan lancar hingga saat ini. Kalau tidak ada BCA, mungkin tidak ada hari ini," ujarnya.
BCA Senantiasa di Sisi Anda (adv/adv)












































