Sosok Muda Menapak Sukses Berkat Kesempatan Emas Saat Kuliah

Sosok Muda Menapak Sukses Berkat Kesempatan Emas Saat Kuliah

Advertorial - detikNews
Rabu, 25 Mei 2016 00:00 WIB
Sosok Muda Menapak Sukses Berkat Kesempatan Emas Saat Kuliah
Foto: adv
Jakarta - Siapa yang tidak ingin menapak sukses? Meskipun setiap orang punya definisi sukses masing-masing, tapi ada satu benang merah yang mengaitkannya yaitu "meraih kesempatan". Tapi apakah kesempatan itu hanya ditunggu saja hingga dia datang sendiri? Tentu tidak.

Orang sukses tidak pasrah dan menunggu kesempatan. Mereka justru aktif mencari kesempatan itu. Bagi yang ingin sukses dalam karir, waktu terbaik untuk mencari kesempatan emas adalah saat kuliah.

Seperti yang dilakukan Reri Saputra, Reinhardt Graciano Rongre dan Venny Johan. Demi mewujudkan mimpinya masing-masing, mereka aktif mencari kesempatan emas. Dengan meraih beasiwa yang memberikan nilai lebih, jalan untuk mewujudkan mimpi makin terbuka. Seperti apa kisah Reri, Ano dan Venny? Berikut ini kisah singkatnya.

Reri Saputra: Membawa Perubahan, Jadi Guru di Pedalaman

Pria berdarah Minang kelahiran 5 September 1991 itu punya mimpi untuk mengajar di pedalaman Indonesia sejak masih kuliah jurusan Pendidikan Bimbingan Konseling di Universitas Riau. Reri mengejar kesempatan mengajar selama satu tahun di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya yang terletak di Lembah Baliem, Papua.

Di sinilah manfaat pelatihan soft skills programbeasiswa benar-benar dirasakan."Nation Building" membantu Reri lebih mudah beradaptasi dengan masyarakat Wamena. Sementara "Character Building" menumbuhkan karakter berpikir positif.

"Setiap orang tentu menopang visi terdepan dalam hidupnya. Visi saya untuk dunia pendidikan adalah pemerataan kualitas pendidikan. Akses pendidikan harus menyentuh daerah pedalaman, tidak hanya terpusat di daerah perkotaan. Hidup di Wamena membuka keberanian saya dalam mengambil resiko, keluar dari zona nyaman keluarga dan sahabat, dari kota di mana saya dibesarkan," kata Reri.

Berbekal "Leadership Development", Reri pun mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari masyarakat setempat untuk mengembangkan gaya belajar yang beraneka ragam. "Mengajar di daerah terdepan, terluar dan tertinggal di satu kota terindah - Wamena, telah saya kecap. Kini, saya masih akan terus merajut impian saya untuk mengajar di pedalaman terindah lainnya," pungkas Reri.

Reinhardt Graciano Rongre: Tantangan Kini Menjadi Sahabat

Lahir dan besar di Jakarta, Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung ini mengalami titik penting untuk hijrah dari kota Jakarta dan kuliah ke Bandung dengan harapan dapat mengubah pola pikir.

Kesempatan emas datang saat Ano mendapat beasiswa yang memberi bekal soft skills karakter dan kepribadian. "Character Building" membuatnya menjadi sosok lebih berani menentukan pilihan. Kemampuan berorganisasinya terasah lebih matang.

"Leadership Development" dan "International Exposure" mendukungnya saat masuk dunia kerja dan berjejaring hingga mancanegara. Kini, bekerja sebagai insinyur di sebuah perusahaan energi internasional, Ano merasa lebih mudah beradaptasi. Tugas sesulit apapun mampu dicoba dihadapi.

"Bagi saya, tantangan adalah sesuatu yang membuat hidup menjadi lebih menarik. Menghadapi tantangan berarti mencari makna dalam hidup," ujar Ano.

Venny Johan: Networking dan Public Speaking Bekal Merambah Mancanegara

Perjalanan Venny menjelajah dunia diawali dengan menjadi peserta program pertukaran pelajar selama setahun di Watertown High School, Amerika Serikat. Menempuh pendidikan awal di Palopo, Sulawesi Selatan tak ayal pada awalnya sempat membuat Venny takut dan ragu untuk melangkah keluar.

Saat kuliah di Universitas Udayana jurusan Hubungan Internasional, Venny menemukan kesempatan melalui beasiswa plus. "Public Speaking" menjadi salah satu soft skills yang paling berharga. Terpilih menjadi delegasi Harvard World Model United Nations 2015 di Korea Selatan, mengemban misi khusus di divisi Social and Humanitarian Committee (SOCHUM).

Kini Venny bekerja sebagai Brand Activation Manager sebuah perusahaan transportasi berbasis online di Denpasar, Bali. Manfaat networking dari beasiswa membantunya pula berjejaring hingga mancanegara.

"Mimpi saja tidak cukup, kegigihanmu-lah yang mampu menciptakan segalanya. Berjuanglah sepanjang waktu, hingga kau tersenyum dan yakin bahwa batas dari segala kemampuanmu adalah langit di atas sana," ujar Venny.

Ingin sukses seperti Reri, Ano atau Venny? Jangan hanya pasrah. Carilah kesempatan emasmu! (adv/adv)

Berita Terkait