Laba Bersih BCA di Kuartal I 2016 Capai Rp 4,5 Triliun

Laba Bersih BCA di Kuartal I 2016 Capai Rp 4,5 Triliun

Advertorial - detikNews
Senin, 02 Mei 2016 00:00 WIB
Laba Bersih BCA di Kuartal I 2016 Capai Rp 4,5 Triliun
Jakarta -

Di kuartal pertama 2016 ini, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,5 triliun. Laba bersih ini naik 11,1% dibanding periode sama di tahun lalu yang mencapai Rp 4,1 triliun.

Menurut Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur BCA, kenaikan laba bersih ini terjadi karena pendapatan operasional yang tumbuh 17% menjadi Rp 12,8 triliun dari kuartal I 2015 yang mencapai Rp 11 triliun.

Kenaikan ini berkat naiknya portofolio kredit BCA yang pada awalnya 11,4% menjadi Rp 373,7 triliun dibanding posisi sama pada tahun sebelumnya. Kredit korporasi tumbuh dari 18,5% menjadi Rp 129,4 triliun dan kredit UKM meningkat dari 5,9% ke Rp 142,3 triliun.

"Peningkatan kredit korporasi secara kuartalan memang cukup besar akibat banyak perusahaan yang menggeser kebutuhan kredit dari valuta asing ke rupiah, ini membuat permintaan kredit ke BCA naik signifikan," kata Jahja.

Sedangkan untuk kredit konsumer BCA tumbuh dari 10,9% menjadi Rp 102,1 triliun. Kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh dari 9,4% menjadi Rp 59,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) naik dari 13,8% menjadi Rp 32,7 triliun.

"Di tahun ini kami menargetkan kredit baru dari KPR sebesar Rp 4 triliun. Di kuartal I tahun ini saja kami sudah bukukan kredit baru sekitar Rp 1 triliun. Artinya, tiap bulan kami mampu menyalurkan KPR sebesar Rp 2,3 hingga Rp 2,4 triliun untuk mengganti kredit yang jatuh tempo agar target tiap kuartal tercapai,"ujarnya.

Jahja juga mengatakan bahwa rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perusahaan di kuartal I 2016 ada di level 1,1%, naik dibanding periode sebelumnya 0,7%. Kenaikan ini akibat terdapat satu nasabah yang bermasalah membayar kredit dengan nilai Rp 500 miliar.

Kredit ini memberi kontribusi sebesar 0,2% dari total keseluruhan kredit macet. Tak hanya itu, kenaikan NPL ini juga terjadi karena jumlah pembagi antara pembilang dan penyebut turun. Bila dibandingkan dengan bulan Desember 2015, kredit BCA sebenarnya turun Rp 13 triliun.

"Sementara itu, kredit macet naik di kuartal I tahun ini yang menyebabkan rasio NPL tumbuh karena angka pembilang dan penyebut turun. Namun, NPL ini masih sangat aman," pungkas Jahja.

(adv/adv)
Berita Terkait