Cara Rizka Sari Yuliani Hadapi Tantangan di Bisnis Jasa Ekspedisi (Bagian 2)

Profil Nasabah BCA Prioritas

Cara Rizka Sari Yuliani Hadapi Tantangan di Bisnis Jasa Ekspedisi (Bagian 2)

Advertorial - detikNews
Senin, 25 Apr 2016 00:00 WIB
Cara Rizka Sari Yuliani Hadapi Tantangan di Bisnis Jasa Ekspedisi (Bagian 2)
Jakarta - Meski sudah dibekali dengan ilmu seputar operasional pengiriman paket sejak muda, jauh sebelum ia menjabat sebagai Direktur Operasional TIKI Bekasi, Rizka Sari Yuliani (25) tetap tidak terlepas dari berbagai tantangan usaha yang harus dihadapi. Salah satunya adalah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

Otomatis biaya operasional pengiriman harus ikut naik. Sementara pelanggan usaha jasa pengiriman sangat sensitif soal harga. "Kita sempat melakukan efisiensi kerja dengan mengurangi waktu kerja. Sebelumnya seluruh karyawan bekerja hingga hari Sabtu, namun kini kami lakukan efisiensi dengan hanya bagian operasional yang masuk kerja hingga hari Sabtu. Budaya perusahaan TIKI dibangun atas dasar kekeluargaan. Maka dari itu, kami lebih memilih melakukan efisiensi jam kerja dibandingkan dengan melakukan PHK," jelasnya.

Selain itu ada satu tantangan lagi yang masih menjadi PR-nya sampai saat ini yaitu mengedukasi pelanggan mengenai cara packing yang aman dan barang-barang yang dilarang untuk dikirim lewat jasa TIKI.

"Kita masih sering menemukan pelanggan yang ingin mengirim barang dalam bentuk cairan hingga hewan hidup yang tidak dibekali dengan surat karantina resmi yang jelas-jelas dilarang lewat TIKI. Macam-macam, sering sekali ada yang mau kirim reptil berupa ular hingga kadal. Biasanya dikemas dalam container plastik dilubangi dan dibungkus karung goni. Kita sudah langsung tolak dari awal," cerita Rizka.

Selain itu, pelanggan ternyata masih banyak yang awam mengenai bagaimana mengemas barang kirimannya dengan aman agar tidak tercecer. "Sampai di tempat kami ternyata packing-nya kurang aman, padahal barangnya riskan rusak atau tercecer. Namun, ketika ditawarkan untuk packing kayuatau asuransi mereka menolak. Sementara tanggung jawab keutuhan barang ada di kita. Kita bukan ingin mencari uang tambahan lho, tapi tidak mau pelanggan kecewa," terangnya.

Untuk mengatasinya rencananya Rizka akan membuat sebuah video atau poster kartun yang atraktif untuk disaksikan oleh pelanggan agar mereka lebih memahami tata cara packing dan peraturan pengiriman barang lewat TIKI.

Meski masih banyak hal yang harus ia pelajari dan benahi, Ia tetap optimis. Satu hal yang selalu menjadi 'pegangan' untuk meneruskan kesuksesan orang tuanya membesarkan TIKI Bekasi adalah ajaran sang ayah sendiri.

Ayahnya selalu berkata jika bekerja jadi pimpinan jangan hanya duduk manis di kantor tapi harus turun ke semua bagian, mengontrol dan mengecek langsung. Ucapan ini selalu terngiang di kepalanya. Rizka juga berusaha untuk siap 24 jam jika seandainya ada masalah yang harus ditangani,sesederhana apapun masalahnya. Satu lagi adalah tidak menunda pekerjaan.

"Intinya saya bangga sama Papa saya. Saya tahu Papa saya ngerintisnya dari nol sepertiapa kerja kerasnya, susahnya sepertiapa, sampai sekarang. Sosoknya walaupun keras, galak, saya bangga. Banyak pelajaran yang bisa saya peroleh dari dirinya. Saya harap saya masih bisa terus belajar karena belajar itu menurut saya seumur hidup," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Rizka juga berterima kasih atas dukungan BCA sebagai bank yang selalu mendukung kebutuhan perbankan bisnisnya. Salah satu faktor lagi yang membuat sebuah usaha mulus adalah sistem keuangan yang lancar. Selama ini Rizka dan sang ayah mempercayakan keuangan TIKI Bekasi kepada BCA. Menurutnya, BCA merupakan bank transaksional yang selalu inovatif dalam menyediakan layanan baik untuk nasabah individu maupun bisnis.

"Kami adalah nasabah BCA. Begitu juga perusahaan ini. BCA adalah bank ternyaman. Di mana saja ada BCA. Keep up the good work, kalau kritik, jangan sampai deh ada kritik untuk BCA. Saat ini sudah bagus sekali," ucap Rizka menutup pembicaraan siang itu.

BCA Senantiasa di Sisi Anda (adv/adv)
Berita Terkait