Meski begitu, ada pula yang beranggapan bahwa teknologi maju telah memberikan dampak yang negatif. Keberadaan berbagai aplikasi menarik di gadget adalah satu diantaranya. Paparan teknologi yang tak terhindarkan di masyarakat menyebabkan banyak orang tua yang kemudian mengeluhkan bahwa anak-anak mereka kemudian terlalu banyak menghabiskan waktu bersama gadgetnya, ketimbang berinteraksi dengan teman atau keluarga. Tidak jarang, turut mempengaruhi prestasinya.
Langkah Para Ibu Menyikapi Teknologi Bagi Anak
Kebijaksanaan orang tua dalam menghadapi isu ini memang amat dibutuhkan. Orang tua, khususnya Ibu, harus menyikapi sejauh apa penggunaan teknologi dapat memberi manfaat untuk anak-anak mereka. Pendampingan tentunya adalah salah satunya. Namun sebenarnya, banyak hal lain yang dapat dilakukan ibu untuk mengarahkan dan mendidik anak mengaplikasikan teknologi.
Memanfaatkan Teknologi untuk Memfasilitas Pendidikan
Meski belum diterapkan secara luas di bidang pendidikan, namun, beberapa istitusi pendidikan telah menjadikan teknologi sebagai elemen penting dalam kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran STEAM adalah salah satunya. STEAM merupakan singkatan dari dari science, technology, engineering, arts and mathematics (sains, teknologi, teknik, seni dan matematika), sebuah sistem pengajaran terapan, menggunakan pendekatan antar ilmu.
Mengadopsi sistem pembelajaran STEAM tidak berarti mengarahkan anak menjadi insinyur atau ahli matematika. Akan tetapi, melalui sistem pembelajaran ini, anak diajarkan pembelajaran aktif dan berbasis masalah, sehingga mereka memiliki pola pikir layaknya insinyur. Hal ini penting, karena untuk mencapai kesuksesan di masa depan, generasi penerus diyakini harus memiliki pemikiran seperti inventors, yakni mencari masalah dan memecahkannya sendiri.
STEAM merupakan sistem pembelajaran yang kini banyak diterapkan di negara maju. Menurut National Science Foundation, untuk bisa sukses di era masyarakat berbasis informasi dan teknologi tinggi, anak perlu meningkatkan kemampuannya dalam bidang STEAM ke tahap yang jauh lebih tinggi.
Merespon fenomena tersebut, Sampoerna Academy menghadirkan pendidikan berbasis STEAM di Indonesia. Menggabungkan kurikulum nasional yang diperkaya dengan program internasional, dengan fokus pada pendidikan berbasis STEAM, serta pengembangan karakter. Kurikulum ini diyakini mampu mengarahkan anak tumbuh menjadi pribadi dengan kemampuan berpikir yang inovatif, berpola pikir global, dan juga peka terhadap lingkungan sosial.
Sampoerna Academy adalah sekolah berstandar internasionaldengan kurikulum unik yang menekankan pada pentingnya pengembangan budaya dan karakteruntuk menghasilkan calon pemimpin berkaliber tinggi di masa depan. Sampoerna Academy menyediakan pendidikan berstandar internasional dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.
Untuk menjawab berbagai pertanyaan dan menggali lebih jauh mengenai pendidikan anak di tengah kemajuan teknologi, serta bagaimana penggunaan gadget yang tepat pada anak, Sampoerna Academy menggelar sebuah acara informatif bagi Anda, para Ibu. Pertanyaan seputar hal ini akan dikupas tuntas dalam acara The New Age of Motherhood: Raising Your Child With Technology.
Menghadirkan Vera Itabiliana K.Hadiwidjojo, Psi. (Psikolog Anak), Erna Maria Lokollo, Ph.D. (Wakil Dekan dan Pengajar Sampoerna University, dan Yannik Herawati (Kepala Sampoerna Academy), acara ini akan digelar tanggal Sabtu 23 April 2016 di The Hook Restaurant, Jl. Cikatomas II no. 35 Senopati. Daftarkan diri anda segera dan mari kita belajar sama-sama tentang dunia anak, gadget dan teknologi serta hubungannya dengan masa depan mereka.
Untuk pendaftaran silahkan klik di sini (adv/adv)











































