Belajar Sukses di Bidang TI dari India

Belajar Sukses di Bidang TI dari India

Advertorial - detikNews
Senin, 21 Mar 2016 00:00 WIB
Belajar Sukses di Bidang TI dari India
Jakarta - India dan teknologi seperti gayung bersambut. Bukan rahasia lagi banyak pemuda India merupakan ahli teknologi dan informasi (TI) atau pengusaha di bidang digital. Lalu, fenomena apa yang sebenarnya terjadi? Forbes akan mencoba menjelaskannya.

Youth Ki Awaaz

Pemuda jebolan University of Delhi, Anshul Tewari, mendapati bahwa media utama tak memberi tempat anak muda India berbicara dan berkarya. Tak heran banyak pemuda minim partisipasi dalam politik dan membentuk 'budaya diam'.

Anshul pun membuat platform Youth Ki Awaaz (YKA) ini pada 2008. Di platform ini pemuda bisa menyuarakan pemikirannya. Anshul yakin, YKA bisa memfasilitasi kebebasan berekspresi di kalangan pemuda.

iKure

Semua warga negara berhak mendapat akses pada jasa atau fasilitas kesehatan. Sujay Santra ingin memastikan hal tersebut melalui iKure. Platform ini lahir karena rasa prihatin Sujay ketika mengetahui bahwa ayahnya yang sedang sakit jantung dan ada di desa salah mengonsumsi obat.

Pada 2010, Sujay bersama temannya membuat klinik dan komunitas profesional medis dan kesehatan dan platform Wireless Health Incident Monitoring System didukung perusahaan WEBEL untuk mencari ahli medis, menentukan jenis pengobatan dan model operasi klinis.

"iKure akan mulai menghadapi tantangan ini dari akarnya, yaitu air, sanitasi, dan nutrisi," kata Sujay.

Antarang

Perusahaan ini membantu pemuda kurang mampu menemukan karier. Pada November 2012, Priya Agrawal melihat keresahan pemuda India soal masa depan mereka. Mantan karyawan periklanan ini ingin mereka mendapat pekerjaan yang pantas.

Hal ini melatari Priya mendirikan Antarang. Di Antarang, Priya dan teman-temannya akan membekali pemuda kurang beruntung dengan keterampilan dan membuka akses peluang kerja untuk anak muda secara terorganisir.

Dari hanya 15 pemuda, tiga tahun kemudian Antarang sudah membantu 3.000 pemuda menemukan pekerjaan impiannya.

Setelah mengetahui kisah YKA, iKure dan Antarang, masih ada beberapa pengusaha lainnya. Selengkapnya, simak di bawah ini.

Bharat Scouts and Guides

Beberapa tahun terjun di kegiatan sosial, pengusaha dan aktivis Pallavi Gupta menyadari masih ada masyarakat yang buta huruf. Alhasil, mereka kerap ditipu. Melihat hal ini, Pallavi akhirnya memutuskan membuat kelas tiga bulan dan sehari selama tiga jam untuk mengajar baca tulis.

"Saya ajarkan baca dan tulis untuk membuat keuangan mereka lebih baik. Matematika akan membantu mereka agar tak tertipu," katanya.

Farm2Food

Hampir setengah populasi di India mengalami malnutrisi. Agar sehat, Deep Jyoti Sonu Brahma mendirikan farmpreneur, Farm2Food pada 2011 bersama Kementerian Pendidikan India.

Institusi ini fokus memberi pelatihan pertanian organik, pengembangan komunitas, jejaring pasar, dan dukungan advokasi terhadap orang yang tinggal di pedesaan Assam.

Tahun ini, Farm2Food sudah membuat kebun nutrisi di 150 sekolah. Kebun ini ditanami sayur untuk para siswa atau dijual dan hasilnya untuk tabungan. Semua aktivitas berkebun pun masuk silabus sekolah.

Bharat Abhyudaya Foundation (BAF)

Samina Bano mendirikan BAF untuk memberi pendidikan bermutu pada semua orang, tanpa membedakan sosial ekonominya. Demi BAF, Samina rela meninggalkan pekerjaannya di Amerika Serikat (AS).

Hal menari dari BAF adalah, perusahaan rintisan ini sempat terganjal masalah politik. Namun, pada akhirnya BAF menang. Dari kemenangan ini, pemerintah mereformasi kebijakan dan 4.500 anak di Uttar Pradesh bisa sekolah di 26 kabupaten di Uttar Pradesh.

Empat tahun sebelumnya, sekolah ini hanya bisa menerima 108 anak. BAF juga kini bermitra dengan pemerintah negara bagian dan UNICEF untuk menyebarkan platform pelatihan teknologi yang diaktifkan pada praktik inklusif di seluruh negeri.

Sumber: smart-money.co (adv/adv)

Berita Terkait