Blueprint Pecahkan Rekor Dunia Sebagai Tinta Printer Bubble Jet Paling Tahan Lama

advetorial - detikNews
Selasa, 01 Mar 2016 00:00 WIB
Jakarta -

Jika berbicara mengenai cetak-mencetak menggunakan mesin printer dengan tinta, ada dua teknologi yang selama ini digunakan yaitu piezzo dan bubblejet. Teknologi bubblejet diusung oleh produsen mesin printer seperti Canon dan HP, sementara piezzo diusung oleh Epson dan Brother.

 

Apa bedanya antara piezzo dengan bubblejet? Piezzo menggunakan pompa mikro untuk mendorong tinta dari cartridge keluar lewat printhead. Sementara bubblejet, menggunakan pemanasan untuk menciptakan gelembung-gelembung (bubble) agar tinta terdorong keluar dari printhead. Ukuran tetes tinta sangat kecil, hanya 1-3 pico liter atau sama dengan 1/1 juta liter.

 

Sayangnya, apapun teknologinya, jika nozzle pada printhead tersumbat kotoran dan buntu, kualitas cetak akan menurun. Tanda-tanda yang sering terlihat biasanya adalah adanya garis-garis putih pada hasil cetakan. Jika sudah tersumbat semua, maka printhead tidak lagi bisa mencetak. Tinta tidak bisa keluar dengan sempurna.

 

Cepat atau tidaknya printhead pada mesin printer tersumbat biasanya disebabkan oleh satu hal saja, yaitu kualitas tinta printer yang digunakan. Tinta yang baik tidak akan membuat nozzle cepat tersumbat. Blueprint merupakan merek tinta printer yang sudah teruji ramah, baik bagi printhead mesin berteknologi bubblejet ataupun piezzo.

 

Setelah membuktikan kualitas tintanya untuk printhead piezzo dengan memecahkan Rekor MURI di tahun 2013, tahun ini Blueprint kembali memecahkan rekor yang sama sebagai tinta paling ramah untuk printhead mesin printer berteknologi bubblejet G1000.

 

Menggunakan tinta Blueprint mesin printer tersebut terbukti berhasil mencetak 45.338 lembar dengan mulus. Sementara sebenarnya batas garansi sebuah printer bubblejet dengan tinta asli untuk mencetak adalah 15.000 lembar.Berarti tinta Blueprint dapat mencetak tiga kali di atas batas jumlah cetakan yang dijamin garansi.

 

Proses pemecahan rekor dilakukan selama 11 hari, yaitu pada 17 - 27 Februari 2016di dua kota yaitu Jakarta dan Yogyakarta, dengan menggunakan empat printer. Keempat mesin dengan tinta Blueprint tersebut diharuskan mencetak dokumen standar ISO 24712 yang merupakan dokumen standar dunia untuk mengetes cetakan printer. Hingga tahap akhir pemecahan rekor, printhead dari keempat mesin printer masih dalam kondisi sempurna.

 

Berikut adalah catatan Rekor MURI yang telah dicetak Blueprint hingga tahun 2016:

 

2009 – Blueprint, mencetak 18.000 lembar dengan printer bubblejet IP1880

2010 – PT Epson Indonesia, mencetak 22.022 lembar dengan printer piezzo L100

2012 – PT Epson Indonesia, mencetak 30.160 lembar dengan printer piezzo L350

2013 – Blueprint, mencetak 36.100 lembar dengan printer piezzo L110

2016 – Blueprint, 45.338 lembar dengan printer bubblejet G1000

 

Pemecahan Rekor MURI ini kembali membuktikan bahwa formulasi tinta Blueprint memang terbaik di dunia. Bahkan jauh lebih baik dari tinta asli dari produsen printer. Sebagai informasi MURI merupakan satu-satunya lembaga yang mencatat rekor ketahanan tinta printer di dunia. Ini berarti rekor yang dicatatkan Blueprint adalah rekor dunia di ketahanan tinta printer.



(sfq/sfq)