Meneropong Tantangan MEA di Tahun Monyet Api

Meneropong Tantangan MEA di Tahun Monyet Api

adv - detikNews
Senin, 29 Feb 2016 00:00 WIB
Meneropong Tantangan MEA di Tahun Monyet Api
Jakarta -

Setiap perayaan hari besar selalu dijadikan momen oleh setiap Kanwil BCA untuk menggelar acara yang dapat mempererat kembali silaturahmi dengan nasabahnya. Termasuk perayaan tahun baru Imlek. Menyambut datangnya tahun monyet api, BCA Kanwil IX menggelar sebuah rangkaian acara menarik bertajuk "Langkah Maju Bersama Nasabah dalam Menghadapi MEA 2016".

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 nasabah Solitaire dan Prioritas BCA Kanwil IX. Selain mempererat tali silaturahmi, acara ini juga menjadi ajang bagi para nasabah yang sebagian besar adalah pengusaha untuk membangun relasi. Acara diselenggarakan di Sense Restaurant, Mangga Dua Square, Jakarta.

"Perayaan Imlek adalah tradisi masyarakat Tiong Hoa, tapi uniknya di Indonesia, merayakan Imlek menjadi bagian dari keberagaman budaya. Momen perayaan Imlek ini kita jadikan sebagai perayaan atas keberagaman budaya. Menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi BCA untuk merayakan momen bahagia ini bersama nasabah," ujar Susanto Angkawinata, Kepala Kanwil IX BCA dalam kata sambutannya.


Susanto juga mengatakan, BCA menyadari bahwa kunci keberhasilan sebagai perusahaan perbankan, terutama untuk menghadapi MEA di tahun 2016 ini adalah dengan selalu memahami kebutuhan nasabah, meningkatkan pelayanan dan memberi solusi keuangan yang sesuai dengan keinginan nasabah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara dibuka dengan meriah oleh pertunjukan Barongsai Kong Ha Hong yang telah memenangkan berbagai kompetisi barongsai di tingkat internasional. Dengan lincahnya keempat barongsai melompat dan beratraksi di panggung. Satu barongsai kemudian melompat berakrobat dari satu tongak ke tonggak lainnya yang sudah disediakan.

Kehadiran barongsai dipercaya dapat mengusir aura jahat dan membawa keberuntungan. Oleh karena itu setiap perayaan Imlek belum lengkap tanpa kehadiran barongsai. Selain itu, barongsai juga menggambarkan kebersamaan karena atraksi ini tidak bisa dimainkan sendiri.


Kemudian keempat barongsai yang membuka acara tersebut juga berkeliling memberikan kesempatan bagi para hadirin yang akan memberikan angpau. Menurut kepercayaan masyarakat Tiong Hoa memberikan angpau kepada barongsai akan mendatangkan berkah selama satu tahun ke depan.

Tahun baru memang menjadi saat di mana setiap orang menaruh harapan akan datangnya keberuntungan, rezeki dan kesehatan yang lebih baik. Selain itu selalu ada rasa penasaran mengenai tantangan apa yang akan datang dan bagaimana cara menghadapinya.

Selain itu, beberapa bulan lagi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) akan segera terwujud. Pertukaran sumber daya manusia dan ekonomi akan lebih bebas. Hal ini pastinya akan menciptakan tantangan tersendiri bagi dunia usaha. Mencoba menjawab rasa penasaran para nasabah, BCA Kanwil IX pun menghadirkan seorang praktisi feng shui yang juga adalah dosen Universitas Satya Wacana Salatiga, Linda Kho, untuk meneropong tantangan MEA di tahun monyet api.


"Kalau berbicara kondisi umum monyet api, unsur shio monyet itu sesungguhnya adalah logam, logam ketemu api ya tentu akan banyak tantangan. Tapi jika bicara MEA, ini seperti dua sisi mata uang, ada tantangan dan pastinya ada juga peluang," ujar Linda. Ia juga mengatakan tahun ini akan sangat dinamis sehingga usaha, pola kerja yang cerdas dan efisien akan sangat membantu kesuksesan.

Setelah puas bertanya seputar feng shui dan perhitungan shio, para nasabah pun diajak untuk bersama-sama melakukan tradisi yang selalu dilakukan setiap perayaan Imlek. Apalagi jika bukan mengaduk dengan sumpit, mengangkat setinggi-tingginya dan memakan salad khas bernama Yu Sheng atau Yee Sang secara bersama-sama.

Yu Sheng sebenarnya adalah salad ikan mentah (salmon) yang dicampur dengan beberapa jenis sayur seperti wortel dan lobak, kacang-kacangan, kerupuk dan minyak wijen. Salad ini melambangkan keberuntungan, keberlimpahan dan kemakmuran. Biasanya sebelum dinikmati Yu Sheng diaduk bersama-sama sambil mengucapkan beberapa harapan. Semakin tinggi adukannya, semakin banyak rezeki yang datang.

Kemudian sambil menikmati sajian makan siang para nasabah dihibur dengan pertunjukan-pertunjukan spektakuler berkelas dunia. Mulai dari aksi akrobat, nyanyian dan tarian, hingga pertunjukan musik Nan Feng.

Apa Kata Nasabah

"Acara ini sangat bagus, kedekatan antara BCA dengan nasabah akan terbangun. BCA selama ini selalu memberi layanan yang profesional dan cepat, produk-produknya bagus Tapi melalui acara yang santai seperti ini nasabah dapat memberi masukan lebih lagi. Pihak BCA dapat mengenal nasabahnya lebih dekat. Sangat bagus juga untuk membangun relasi", ujar Gunawan Tjokro, pengusaha printing surface film untuk produk otomotif dan pabrik pengolahan makanan ringan atau snack yang menjadi nasabah BCA KCU Cikarang.

Mengenai akan datangnya MEA dalam waktu dekat Gunawan mengatakan tidak terlalu khawatir. "Apapun situasinya akan selalu ada ancaman atau kesempatan. Tergantung, kalau kita tidak siap, ancaman tapi kalau kita siap akan menjadi peluang. Seperti saat ini saya sedang berencana ekspansi untuk jenis ingredient terutama kacang-kacangan yang diekspor oleh perusahaan pengolahan makanan kita," ujarnya.


Di sela-sela menikmati santap siang, para nasabah juga didatangi oleh sosok pria berpakaian layaknya dewa keberuntungan Chai Sen Ye ditemani oleh beberapa penari membagikan coklat berbentuk koin. Momen ini juga dijadikan sebagai kesempatan berfoto bersama.

"Tambah tahun, tambah bagus acara perayaan Imlek-nya. Dengan acara ini kami nasabah merasa dihargai dan bisa menjalin pertemanan baru antar nasabah. BCA selama ini juga tidak hanya mendukung secara operasional tapi juga bisa mengedukasi nasabah dan memperkenalkan kita dengan calon pelanggan, supplier dan sebagainya," ujar Witarsa Sugeng, nasabah BCA KCU Bekasi yang bergerak di bidang usaha produksi tempat tidur (kasur) jenis spring bed, PT. Masindo Group. Ia sudah menjadi nasabah BCA sejak 20 tahun lalu.

Upaya yang dilakukan BCA untuk memahami nasabahnya telah membuahkan berbagai prestasi dan berhasil menjaring dukungan yang solid dari para nasabah. Tahun ini nilai kapitalisasi BCA meningkat melebihi bank asal Singapura, DBS. Hal ini sekaligus menjadikan BCA sebagai bank transaksional terbesar se-Asia Tenggara. Selain itu, saat semua bank di Asia Tenggara mengalami perlambatan, BCA tetap stabil. Ini lagi-lagi dikarenakan dukungan nasabah yang begitu besar terhadap BCA.

BCA Senantiasa di Sisi Anda

(adv/adv)
Berita Terkait