Kondisi printhead sebuah printer tergolong sempurna jika tidak ada garis putih pada hasil cetakannya. Garis putih bisa timbul karena ada satu atau beberapa nozzle di printhead yang telah menjadi buntu. Seberapa cepat printhead bisa menjadi buntu alias keawetan printhead tergantung dari kualitas tinta yang dipakai untuk mencetak.
Untuk menguji keramahan tintanya terhadap head printer, Blueprint akan kembali mencoba memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk ketiga kalinya. Saat ini Blueprint memegang rekor di dua tipe teknologi printer sekaligus, Bubble Jet dan Piezo. Berikut ini catatan rekor MURI di bidang tinta dan printhead:
2009 – Blueprint mencetak 18.000 lembar di printer Bubble Jet IP1880
2010 – PT Epson Indonesia mencetak 22.022 lembar di printer Piezo L100
2012 – PT Epson Indonesia mencetak 30.160 lembar di printer Piezo L350
2013 – Blueprint mencetak 36.100 lembar di printer Piezzo L110
Jenis tinta yang akan digunakan untuk pengujian adalah Blueprint Bulk Ink 70ml. Sementara jenis kertas yang digunakan adalah HVS 80 gsm ukuran A4 dengan jenis cetakan specimen ISO 24712 – 2006. Proses pemecahan rekor akan dilakukan dengan cara mencetak dokumen standar berulang-ulang hingga printhead rusak.
Mampukah Blueprint memecahkan rekor dunia untuk ketiga kalinya? Anda dapat menyaksikannya sendiri di website resmi Blueprint Indonesia. Proses pemecahan rekor akan disiarkan secara live streaming 24 jam non-stop mulai pukul 15.00 WIB. (adv/adv)