detikNews
Kamis 21 Januari 2016, 00:00 WIB

Hidup Tanpa Tapi: Berani Backpacking ke Luar Negeri, Tanpa Banyak Tapi

advetorial - detikNews
Hidup Tanpa Tapi: Berani Backpacking ke Luar Negeri, Tanpa Banyak Tapi Foto: adv xl
Jakarta -

Traveling ke luar negeri rasa-rasanya merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan setiap orang setidaknya sekali dalam seumur hidup. Jika ada kesempatan, kenapa tidak? Mumpung masih ada kesehatan, rejeki dan waktu untuk mengunjungi negara impianmu. Melihat keindahan dan merasakan kehidupan di belahan dunia lain.

Agar momen traveling lebih seru dan berkesan, kamu harus coba metode backpacker alias berangkat sendiri tanpa ikut tur. Kamu bisa merancang sendiri itinerary perjalanan, menyesuaikan dengan budget dan destinasi wisata yang ingin dikunjungi. Kamu juga punya kebebasan mengatur waktu perjalanan.

Bagi yang belum pernah traveling dengan metode backpacker, kata 'tapi' mungkin akan terlontar saat diajak melakukannya. Berbagai alasan yang diwakili kata 'tapi' sebenarnya ketakutan yang tidak perlu. Kalau terlalu banyak 'tapi', kapan bisa mulai jalan-jalan ke luar negeri dan melewatkan kesempatan untuk memperkaya wawasan juga pengalaman ?

Di era serba canggih seperti sekarang, traveling ke luar negeri dengan metode backpacker itu sangat mudah. Bahkan untuk seorang solo traveler. Berikut beberapa 'tapi' yang mungkin terlontar dan tips melawannya:

  • Mau backpacking, tapi tak tahu tujuan

Membuat itinerary adalah cara ampuh agar travelling-mu berlangsung lancar dan tepat sasaran. Apakah hanya di satu kota atau beberapa kota? Pertimbangkan waktu perjalanan dari satu kota ke kota lain. Cari tahu tentang destinasi wisata yang ingin kamu datangi dan catat jam operasional, alamat, harga tiket serta petunjuk arah/transportasi ke sana. Informasi bisa kamu peroleh di situs pariwisata resmi negara/kota/atraksi wisata terkait. Kuncinya, browsing di internet sebanyak-banyaknya.

  • Mau backpacking, tapi segan bahasa asing

     Saat browsing hostel yang cocok, perhatikan juga apakah mereka punya staf yang bisa berbahasa Inggris. Jadi ketika kamu membutuhkan sesuatu, komunikasi bisa dilakukan dengan mudah. Selain itu, biasanya staf hostel masih muda, jadi mereka akan tahu lebih banyak tentang tempat-tempat yang hits.

  • Mau backpacking, tapi enggan repot

Beberapa atraksi wisata memungkinkan kita untuk mem-booking tiket masuk lewat situs resmi mereka sebelum hari H (advanced ticket). Biasanya situs ini juga sudah berbahasa Inggris. Jadi nantinya kamu tidak perlu lagi mengantri atau menanyakan detail harga dsb. ke kasir loket. Bahkan kadang kamu bisa mendapatkan diskon kalau beli tiket advanced.

 

  • Mau backpacking, tapi tak ingin putus koneksi

Jangan pelit-pelit budget untuk urusan konektivitas. Di beberapa negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan harga sewa modem atau SIM Card memang cukup mahal. Tapi ingat, tidak semua tempat menyediakan wi-fi hotspot gratis. Lebih baik keluar uang untuk bisa akses internet kapan pun dari smartphone-mu menggunakan SIM Card atau modem.

Setelah membaca serangkaian tips mudah di atas, backpacking-an ke luar negeri jadi tidak begitu menakutkan bukan? Kuncinya adalah persiapan dan optimisme bahwa rencana backpacking akan terasa menyenangkan. Nah, sekarang keputusannya ada di tangan kamu. Beranikah melawan 'tapi' yang muncul saat ingin travelling?

Kalau kamu punya cerita tentang keberanianmu menghapus kata'tapi' dari pikiran dan mewujudkan keinginanmu tanpa ragu, share di Twitter dengan tagar #HidupTanpaTapi. Jadilah inspirasi bagi sesama yang masih terkungkung dengan kata 'tapi'.


(sfq/sfq)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com