Twitter pernah mengalami masa kejayaan beberapa waktu lalu. Media sosial ini populer karena memiliki ciri khas pengiriman pesan 140 karakter. Namun, seiring waktu dan munculnya media sosial lain, Twitter seolah mulai ditinggalkan.
Di awal 2016 ini harga saham Twitter terus mengalami penurunan. Beberapa bulan setelah pendiri Twitter Jack Dorsey menjadi Chief Executive Officer (CEO), harga saham Twitter pun ada di levelnya yang paling rendah.
Di penutupan bursa New York akhir pekan lalu, harga saham Twitter turun 1,4% menjadi US$ 19,98 per saham. Ini merupakan harga terendah sejak initial public offering (IPO) pertama pada November 2013. Di sepanjang 2015 lalu, harga saham Twitter anjlok 35%.
Fortune melaporkan, penurunan harga saham Twitter akibat ketidakpercayaan investor dan perubahan kepemimpinan. Para pemilik modal cemas dengan masa depan Twitter yang jumlah penggunanya terus turun.
Jumlah pengguna aktif bulanan Twitter saat ini hanya 320 juta. Jumlah ini tentu sangat jauh bila dibanding Facebook yang memiliki 1,5 miliar pengguna aktif bulanan. Di bawah kepemimpinan Dorsey, Twitter memang rajin menciptakan fitur baru untuk menggaet pengguna.
Kabar terbaru, perusahaan micro blogging ini berencana memperluas jumlah karakter dari 140 karakter menjadi 10.000 karakter.
Sumber: http://smart-money.co/bisnis/terus-ditinggal-pengguna-saham-twitter-masuk-level-terendah (ad/ad)









































