Menjelajahi Dunia Seni Singapura Di Akhir Pekan

Menjelajahi Dunia Seni Singapura Di Akhir Pekan

Advertorial - detikNews
Kamis, 07 Jan 2016 00:00 WIB
Menjelajahi Dunia Seni Singapura Di Akhir Pekan
'Earth Work – Gully Curtain' karya seniman Tang Da Wu
Jakarta -

Bagi orang Indonesia, Singapura identik dengan belanja, makan, dan menikmati hiburan. Namun, ada sisi lain Singapura yang sama-sama menarik untuk dieksplorasi, yakni sisi artistiknya yang sungguh memikat, terutama bila Anda pecinta seni dan budaya.

Karena jaraknya yang dekat, cukup dengan menghabiskan akhir pekan saja Anda bisa mengeksplorasi sisi artistik dan budaya Singapura. Berangkat sehabis jam kantor di hari Jumat dan pulang di hari Minggu. Tidak percaya? Ikuti saja panduan ini.

Jumat Malam

Bila Anda tiba di Bandara Internasional Changi jam 18.00 waktu setempat, Anda masih punya waktu untuk menikmati pengalaman unik menonton film di The Projector. Sebuah gedung bioskop alternatif dengan konsep kreatif dan independen. Film-film pilihan dari berbagai jenis genre sudah disiapkan di sana.

Jangan kaget, suasana yang diciptakan akan membuat Anda merasa seolah berada di bioskop tempo dulu. Tertarik? Silakan meluncur ke lokasi The Projector di 6001 Beach Road, Golden Mile Tower #05-00. Anda bisa menggunakan taxi, MRT atau bus. Kalo sempat kunjungi dulu http://theprojector.sg/filmsandevents untuk mengetahui berbagai informasi soal The Projector.

Belum mau tidur setelah menikmati film di The Projector? Silakan meluncur ke The Esplanade, yang merupakan gedung pertunjukan kesenian di kawasan Marina Bay. Gedung The Esplanade yang oleh orang Singapura disebut "durian besar" memang memiliki bentuk yang mirip buah durian, dengan permukaan atap dipenuhi dengan "duri-duri".

Pencinta arsitektur bisa mengeksplorasi arsitektur The Esplanade yang unik. Sedangkan pencinta musik bisa menikmati Outdoor Theatre yang memeriahkan suasana Jumat malam dengan penampilan musik di ruang terbuka di kawasan The Esplanade. Mau makan malam? Di sekitar kawasan The Esplanade ada resto unik 'Makansutra Gluttons Bay' yang menyajikan beragam pilihan makanan lokal.

Sabtu Pagi-Malam

Siap-siap untuk berangkat menuju National Gallery Singapore (NGS) di 1 Saint Andrew's Road, yang baru diresmikan penggunaannya pada November tahun 2015. Dibuka pada pukul 10.00-19.00 waktu setempat, NGS merupakan tempat untuk menikmati berbagai koleksi karya seni modern dari Singapura dan Asia Tenggara.

Pencinta arsitektur bisa mengeksplorasi keindahan arsitektur gedung NGS, yang menggabungkan dua gedung, yakni bekas gedung Mahkamah Agung (Supreme Court) Singapura dan gedung Walikota (City Hall). Uniknya, kedua gedung itu dihubungkan dengan jembatan di dalam naungan atap raksasa berarsitektur 'rooftop garden'. Jangan lupa menikmati arsitektur bagian depan kedua gedung yang bergaya neo-klasik.

Nah, siangnya Anda bisa meluncur ke Gillman Barracks di 9 Lock Rd. Markas Tentara? Benar, tapi itu dulu pada jaman kolonial. Sekarang Gillman Barracks adalah kawasan kluster seni yang dipenuhi dengan galeri-galeri seni ternama, antara lain ARNDT yang merupakan cabang galeri di Berlin, Fost yang memajang koleksi artis kontemporer ternama, dan Mizuma Gallery untuk penggemar karya seni dari  Jepang serta Asia Tenggara. Bila hendak kesana, ada baiknya kunjungi dulu https://www.gillmanbarracks.com/others/Gillman-Barracks/277.

Sorenya, meluncurlah ke kawasan Marina Bay untuk mengunjungi Artscience Museum. Inilah museum pertama di dunia yang merayakan kreativitas, proses yang menjadi 'roh' dari seni dan ilmu pengetahuan, dan peran seni dan ilmu pengetahuan dalam membentuk masyarakat.  Gedung Artscience Museum ini menyediakan ruang untuk 21 galeri. Gedungnya sangat unik karena berbentuk bunga teratai, yang setiap ujungnya berfungsi juga sebagai filter untuk  masuknya cahaya alami dari luar.

Malam harinya, sekitar pukul 19.30 jangan lupa mengunjungi The Substation yang berlokasi di Armenian Street. Inilah tempat yang mendukung riset, eksperimen dan inovasi seni, dari seni tari, musik, teater, visual hingga sastra. The Substation menjadi pusat seni independen pertama di Singapura. Di lantai bawah terdapat The Substation Gallery yang terdiri dari teater berkapasitas 108 kursi, serta ruang seni visual berukuran 113 meter persegi. Di situlah sejumlah artis Singapura dan mancanegara tampil.

Masih belum mengantuk, meluncurlah ke Little India tempat Anda bisa menikmati arsitektur pura Hindu dan segala pernak-pernik budaya India, termasuk restoran India. Little India juga menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan seni 'Artwalk Little India' yang masuk dalam rangkaian pekan seni Singapore Art Week 2016.

Minggu Pagi-Siang

Hari terakhir di Singapura, meluncurlah ke Bras Basah untuk mengeksplorasi warisan sejarah Singapura, khususnya arsitekturnya. Terdapat museum tertua dan terbesar di Singapore, yakni National Museum Singapore (NMS) di Bras Basah. Sebuah galeri permanen dengan berbagai macam koleksi dibuka kembali setelah proses penyegaran pada September 2015. NMS juga menjadi tempat sejumlah pameran, festival dan kegiatan seni dan budaya di sepanjang tahun.

Tak jauh dari NMS terdapat Singapore Art Museum (SAM), yang mengusung seni kontemporer di Singapura dan Asia Tenggara. Nikmatilah tur, berbagai ceramah, dan lokakarya yang diselenggarakan di situ. SAM merupakan saksi sejarah, karena dulunya tempat ini adalah sekolah misi Katolik di tahun 1800-an hingga awal 1900-an, dan sempat digunakan Inggris dan Jepang di masa kolonial. Nah, siang harinya, selesai sudah petualangan ke dunia seni dan budaya di Singapura. Jangan lupa makan siang sebelum kembali ke Indonesia. 
(adv/adv)
Berita Terkait