Meriahnya, Pekan Seni Tahun 2016 di Singapura

Meriahnya, Pekan Seni Tahun 2016 di Singapura

Advertorial - detikNews
Kamis, 07 Jan 2016 00:00 WIB
Meriahnya, Pekan Seni Tahun 2016 di Singapura
Singapore Night Festival
Jakarta - Singapura semakin mantap memposisikan diri sebagai tempat yang tepat bagi pencinta seni untuk berburu dan menikmati karya-karya seni. Baik dari seniman lokal maupun mancanegara. Sederetan pameran dan festival seni digelar di sepanjang tahun, siap memuaskan selera seni pengunjung dalam dan luar negeri.

Mulai bulan Januari Singapura sudah menggelar sejumlah kegiatan yang dikemas dalam bentuk pekan seni, yakni Singapore Art Week (SAW) 2016. SAW 2016 yang diadakan pada 16-24 Januari menghadirkan pameran, pembukaan galeri, tur dan diskusi pembuka wawasan oleh berbagai seniman dan pakar seni ternama.  Ajang SAW merupakan peluang bagi pencinta dan pengamat seni untuk mengetahui tren konsep seni dan gaya hidup inovatif. Selengkapnya di http://bit.ly/1NzlV9y.

Masih pada bulan Januari ini, pencinta karya seni kuno bisa menikmati lebih dari 230 karya seni dari berbagai kebudayaan jaman dahulu. Mulai dari Afrika, Eropa, Asia hingga Amerika dan kepulauan di kawasan Pasifik, dalam acara 'National Museum Singapore x British Museum Treasures of the World'.

Dibuka dari 5 Desember 2015 – 29 Mei 2016, acara ini memamerkan berbagai karya budaya, antara lain lukisan mumi pada kayu dari Mesir, kampak batu berusia 800 ribu tahun dari Tanzania, dan topeng serta keris dari Jawa yang dahulu dikoleksi Sir Stamford Raffles. Klik http://bit.ly/1O58mQR untuk informasi lebih lanjut.

Pada bulan April, Singapura kembali menarik perhatian para pencinta seni dengan diadakannya acara 'The Affordable Art Fair Singapore'.  Digelar pada 22-24 April 2016, acara ini menghadirkan seni sebagai sumber kegembiraan, mudah diakses, dan terjangkau harganya cek saja di http://bit.ly/1m5xhD3.

Pada bulan yang sama, negara itu juga akan menghadirkan pameran kolaborasi antara National Gallery Singapore dengan Centre Pompidou dari Perancis. Dikemas dalam 'National Gallery Singapore x Centre Pompidou', acara ini menampilkan berbagai karya seniman kelas dunia, seperti Pablo Picasso, Wassily Kandinsky dan Marc Chagall berdampingan dengan karya seniman Asia Tenggara, antara lain Georgette Chen dan Galo Ocampo.

Kemudian pada bulan Juni, Singapura kembali menggebrak dengan acara 'Singapore International Festival of Arts' (SIFA). Acara ini sangat meriah dengan penampilan seniman lokal dan internasional dalam berbagai pertunjukan teater, tarian dan  musik. Pendek kata, pengunjung akan dibuat larut dalam keindahan seni dalam pagelaran seni di jalan-jalan maupun di teater-teater. 

Di bulan Agustus, Singapura kembali mengundang pencinta seni untuk menikmati 'Singapore Night Festival'. Pada acara yang digelar dari 19-27 Agustus 2016 itu, pencinta seni diberi suguhan berbagai karya seni dan warisan budaya dalam balutan berbagai cahaya di waktu malam. Jangan lewatkan karya instalasi cahaya interaktif yang menghiasi bagian depan bangunan Singapore Art Museum dan National Museum of Singapore.

Pada bulan Oktober, ajang seni 'The Singapore Biennale' kembali digelar. Acara yang berlangsung dari 28 Oktober 2016 hingga 26 Februari 2017 ini merupakan edisi kelima dan sudah lama ditunggu-tunggu oleh para pencinta seni, khusunya seni visual, baik dari Singapura maupun dari berbagai negara.

Alasannya, acara ini seharusnya diadakan di tahun 2015, namun karena pada tahun itu terdapat rangkaian acara untuk memperingati perayaan hari jadi Singapura ke-50, maka baru pada tahun 2016 'The Singapore Biennale' diselenggarakan. Klik http://bit.ly/1PhqFBm untuk informasi tentang 'The Singapore Biennale'.
Anda pecinta seni? Ayo ke Singapura. Cek ragam acaranya di https://www.artweek.sg/ (adv/adv)

Berita Terkait