Sudut-Sudut Seni Kota Singapura

Sudut-Sudut Seni Kota Singapura

Advertorial - detikNews
Rabu, 06 Jan 2016 00:00 WIB
Sudut-Sudut Seni Kota Singapura
24 Hours in Singapore' by Baet Yeok Kuan
Jakarta - Bagi pencinta seni, Singapura selalu memberikan kejutan. Di negara ini, karya seni bisa tampil di tempat-tempat yang tak terduga, menembus batasan ruang dan tradisi, menyapa dan menginspirasi publik di tempat-tempat yang tidak disangka-sangka.

Tahun lalu misalnya, turis yang mengunjungi salah satu ikon negara itu - patung Merlion - tiba-tiba disuguhi karya instalasi dari seniman Singapura Tan Wee Lit yang diberi nama "Cloud Nine" yang tiba-tiba tampil dalam bentuk awan yang seolah-olah mengapung di sungai Singapore River.

Mengubah bekas barak militer menjadi tempat berkumpulnya 17 galeri kelas dunia, misalnya Gillman Barracks, merupakan terobosan untuk membawa seni ke tempat-tempat yang tak biasa. Pada Singapore Art Week tahun 2015, Gilman Barracks menjadi ajang "Art After Dark", yakni acara "open house" bagi pencinta seni hingga larut malam.

Gillman Barracks merupakan contoh berjalannya strategi pengembangan kluster yang akan menjadi kawasan khusus bagi seniman untuk mengembangkan jaringan dengan para kurator, kolektor dan pencinta seni dari Asia dan kawasan lainnya. Kawasan khusus ini akan mendorong pertukaran dan pengenalan berbagai gagasan yang kemudian memunculkan gagasan baru dan kolaborasi.

Tidak hanya transformasi Gillman Barracks menjadi kluster galeri, Singapura bahkan membawa seni ke kawasan yang nyaris terabaikan, yang awalnya tanpa listrik bahkan tanpa kode pos di daerah Bras Basah. Uniknya, di tempat itu dibangun galeri dengan memanfaatkan 19 buah kontainer bekas. Diberi nama DECK, singkatan 'Discovery Engagement Community Knowledge', galeri itu menghadirkan karya seni fotografi di tempat yang tidak lazim.

Diluncurkan pada pada Oktober 2014, DECK berawal dari gagasan visioner salah satu pendirinya, Gwen Lee, pada lahan tak terpakai di Bras Basah. Di situlah Lee menerapkan gagasannya tentang penggunaan ruang inovatif untuk seni pada lahan tak terpakai. Bersama timnya, Lee mengubah lahan tak terpakai itu menjadi dua galeri, perpustakaan, ruang kegiatan, studio seniman dan café. Tujuannya, mendukung and memperkuat komunitas pencinta fotografi di Singapura dan Asia Tenggara.

Kreativitas yang menembus batas ruang dan tradisi inilah yang menjadikan Singapura selalu menarik bagi para penikmat dan pecinta seni dari berbagai belahan dunia. Berbagai pameran seni kelas dunia, seperti Singapore Art Week 2016 yang digelar 16-24 Januari 2016, juga menggunakan kreativitas untuk tampil beda, selalu dengan memberi kejutan.

Singapore Art Week bukan sekedar pameran seni di dalam galeri-galeri, atau di dalam museum-museum dan tempat-tempat pameran, namun juga di ruang terbuka, taman, jalanan dan kawasan. Tentu berbagai galeri, termasuk yang berada di Gillman Baracks, Fort Canning dan Marina Bay Sands, akan memamerkan koleksi terbaik mereka. Begitu juga dengan museum-museum seni, seperti Singapore Art Museum yang fokus pada karya seni kontemporer dari Asia Tenggara.

Namun, perayaan seni di jalan-jalan juga tidak kalah meriahnya, seperti di kawasan Kampong Glam, Aliwal Street, yang menampilkan 'Aliwal Urban Art Festival', dan kawasan Little India yang ramai dengan 'Art Walk Little India'. Selain itu, seni instalasi karya seniman-seniman Singapura, seperti karya yang diberi judul 'Cloud Nine: Raining', akan dipajang di sungai Singapore, dekat bangunan Esplanade yang terkenal itu.

Singapura memang serius mengembangkan diri sebagai destinasi wisata seni kelas dunia. Negara ini terus mendukung pembangun ekosistem yang mendukung wisata seni. Tahun 2015, misalnya, dibuka museum seni yang megah, yakni National Gallery Singapore, yang menampilkan berbagai koleksi seni dari Asia Tenggara. Selain itu, masih ada Singapore Pinacotheque de Paris, cabang dari museum swasta terbesar di Paris, yang digelar di Fort Canning Arts Centre.

Singapura sudah dan terus mempersiapkan ekosistem pendukung tercapainya visi itu. Didukung oleh sistem transportasinya yang bagus, Singapura memberikan kenyaman bagi para turis untuk menikmati seni dari satu tempat ke tempat lain. Sistem perbankan dan keuangan, serta posisi Singapura sebagai pusat transit penerbangan global juga mempermudah turis untuk melakukan transaksi dan pengiriman ke berbagai tempat di segala penjuru dunia. Anda pencinta karya seni? Ayo ke Singapura! (adv/adv)




Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads