Daerah yang akan menerima KIS gelombang terakhir itu adalah Kabupaten Bandung Barat (394.949 jiwa), Kabupaten Sukabumi (928.486 jiwa), Kabupaten Cianjur (957.641 jiwa), Kabupaten Purwakarta (179.199 jiwa), Kabupaten Majalengka (364.821 jiwa), Kabupaten Sumedang (247.714 jiwa), Kabupaten Kuningan (24.337 jiwa), Kabupaten Indramayu (649.500 jiwa), Kabupaten Garut (903.301 jiwa), Kabupaten Tasikmalaya (560.727 jiwa), dan Kabupaten Ciamis (332.601 jiwa).
"Dari awal kita sudah memfokuskan tahun 2015 untuk mencetak dan mendistribusikan KIS ke seluruh peserta PBI di Indonesia. Ini merupakan bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam merealisasikan target 100% pencetakan dan pendistribusian KIS segmen PBI," kata Direktur Utama - Fachmi Idris usai melepas truk boks terakhir yang berangkat dari PT Sandipala Arthapura – Bekasi pada Senin (28/12).
Sebagai informasi, KIS yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan terbagi menjadi dua jenis kepesertaan. Pertama, kelompok masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran, baik membayar sendiri (mandiri), ataupun berkontribusi bersama pemberi kerjanya (segmen buruh atau pekerja). Kedua, kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu yang didaftarkan oleh pemerintah dan iurannya dibayari oleh pemerintah (segmen Penerima Bantuan Iuran atau PBI).
KIS untuk peserta PBI pertama kali diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 3 November 2014 bersamaan dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sebanyak 4.426.010 jiwa mendapatkan KIS gelombang pertama untuk peserta PBI tersebut. (ad/ad)











































