Infrastruktur adalah urat nadi dari pemerataan dan pertumbuhan ekonomi. Selain melancarkan transfer logistik dan arus transportasi darat, secara tidak langsung dengan terbangunnya infrastruktur daerah yang berada di sekitarnya pun secara tidak langsung akan terbangun.
Inilah mengapa Pemprov Jabar menggalakkan pembangunan sejumlah tol yang menghubungkan berbagai daerah di Jawa Barat. Bisa dikatakan ini merupakan terobosan Pemprov Jabar untuk mengatasi masalah kelancaran transportasi darat.
Beberapa proyek yang tengah dan akan digarap adalah tol Cisumdawu (Cileunyi – Sumedang – Dawuan) dan tol Citas (Cileunyi – Tasikmalaya). Proyek pembangunan tol Cisumdawu telah dimulai tahun ini dan rencananya tol ini akan siap digunakan tahun 2017 mendatang.
Sementara tol Cileunyi – Tasikmalaya tengah diupayakan agar realisasi pembangunannya lebih cepat. Perhatian khusus diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan terhadap pembangunan ruas tol ini. Aher, begitu dia akrab disapa, begitu bersikeras mendorong percepatan proyek tol ini.
Pasalnya jalan tol ini nantinya bisa jadi alternatif bagi pengguna transportasi darat yang melewati jalur selatan. Terutama saat arus mudik Lebaran. Jalur selatan selalu macet parah sementara jalan sudah tidak mungkin diperlebar karena kondisi geografis dan topografinya.
"Saat ini ketika Lebaran tiba, jalur selatan selalu jadi pertemuan arus mudik lokal, arus kendaraan wisatawan dan arus mudik dari Jawa Tengah. Semuanya bertemu di jalu selata. Aibatnya Rancaekek, Nagreg, Limbangan, Ciamis sampai Banjar selalu macet parah. Jalan tidak bisa dilebarkan karena kiri gunung dan kanan jurang," kata Aher.
Tidak hanya itu, ruas tol Cileunyi – Tasikmalaya juga akan berkontribusi sebagai penghubung rangkaian jalur tol yang ada di Jawa Barat. Beberapa di antaranya adalah jalan tol Cipali yang kini sudah beroperasi dan tol Cisumdawu. Dengan demikian arus logistik dan transportasi ke Jawa Barat ataupun yang harus melalui wilayah ini lebih lancar.
Tahun ini sejumlah langkah dilakukan Pemprov Jabar untuk mengupayakan percepatan realisasi pembangunan ruas tol tersebut. Proses pra-studi kelayakan dilakukan mulai Juli 2015 lalu. Sementara proses analisis dampak lingkungan dari pembangunan tol Cileunyi – Tasikmalaya telah rampung di bulan Oktober. Untuk pembebasan lahan warga yang kemungkinan akan termakan oleh pembangunan tol ini akan masuk ke APBD 2016.
Tidak hanya itu, untuk mengebut proses pembangunan tol Cileunyi – Tasikmalaya dan proyek-proyek tol lain di Jawa Barat, Aher pun melantik Sekda (Sekretaris Daerah) baru yaitu Iwa Karniwa, Oktober lalu. Iwa sebelumnya menjabat sebagai Plt Sekda Jabar.
Rute tol Cileunyi – Tasikmalaya akan dimulai di exit tol baru Padalarang – Cileunyi di KM 150 selepas Gede Bage. Panjang tol yang sudah menjadi wacana sejak 2013 ini sekitar 70 km.
Agar mempermudah proses pembebasan lahan, tol dirancang dengan sejumlah jalan layang, agar tidak banyak memakan lahan milik warga. Pembangunan jalan tol ini nantinya akan memerlukan anggaran sebesar Rp 12 Triliun. Aher mengusulkan dana pembangunan tol ini untuk disediakan melalui crowd funding. (adv/adv)










































