Ekonomi Melambat, Bisnis di Bidang Ini Terus Melaju

Ekonomi Melambat, Bisnis di Bidang Ini Terus Melaju

Advertorial - detikNews
Kamis, 10 Des 2015 21:20 WIB
Ekonomi Melambat, Bisnis di Bidang Ini Terus Melaju
Foto: advertorial
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. pertama kali merealisasikan KPR di Indonesia pada 10 Desember 1976 di kota Semarang. Berarti genaplah sudah 39 tahun KPR BTN berkiprah di Indonesia. Untuk merayakannya, Bank BTN menggelar seminar "BTN Outlook Ekonomi, Perbankan dan Properti 2016 di Jakarta hari ini (10/12).

Seminar ini dihadiri oleh sejumlah stakeholder dan pemangku kebijakan seperti Kementerian BUMN, OJK serta Bank Indonesia. Tema yang dibawakan Bank Indonesia adalah "Membangun Sektor Properti Sekaligus Menjaga Keseimbangan Makro Ekonomi". Sementara OJK memberikan pemaparan bertema "Ekspansi Kredit Properti dalam Koridor Kehati-hatian".

Menurut Direktur Utama Bank BTN – Maryono, seminar outlook ini sengaja difokuskan kepada industri strategis yang mendukung ekonomi nasional dan diharapkan dapat memberikan arah bisnis 2016. Maka pengamat perbankan dan ekonomi makro turut dihadirkan dalam seminar ini.

Hingga September 2015, Bank BTN telah menyalurkan kredit sekitar Rp 145 triliun yang dimanfaatkan oleh lebih dari 3,5 juta keluarga di Indonesia. Kredit yang disalurkan Bank BTN berpengaruh memiliki dampak positif terhadap menggeliatnya sektor industri terkait pembangunan perumahan.

Industri ini akan terus tumbuh begitu pembangunan perumahan dilakukan di suatu wilayah. Secara tidak langsung, pertumbuhan industri ini akan mendorong sekaligus memperkuat ekonomi nasional. Masalahnya, banyak yang belum sadar kalau pembiayaan perumahan lah yang telah membuat sektor industri terkait lebih tahan banting terhadap gejolak ekonomi tahun 2015.

Bahkan efek domino dari kredit sektor pembiayaan perumahan telah mendorong pertumbuhan PDB nasional dan menguatkan sendi-sendi ekonomi bangsa. Bukti nyata lain tentang kekuatan pembiayaan perumahan adalah Bank BTN. "Sebagai bank dengan core business pembiayaan perumahan, Bank BTN berhasil mencatatkan kinerja bisnis yang sangat baik di tengah pelemahan ekonomi nasional sepanjang tahun 2015," ujar Maryono.

Lebih lanjut Maryono menegaskan, dirinya yakin pada tahun 2016 kinerja perseroan akan lebih baik lagi. Meski pada tahun 2015 telah terjadi ketidakseimbangan antara demand dengan supply rumah, kehadiran program sejuta rumah cukup berhasil menjadi motor penggerak peningkatan kebutuhan rumah.

Lewat program sejuta rumah, masyarakat diberi kesempatan oleh pemerintah untuk memiliki rumah dengan mudah, cepat dan murah. "Jika tahun lalu saja kinerja Bank BTN berhasil di atas rata-rata industri, maka saya yakin seiring membaiknya keseimbangan antara demand dan supply kinerja Bank BTN di tahun 2016 akan ikut terdongkrak," pungkas Maryono. (adv/adv)

Berita Terkait