Kementerian Desa, PDT & Transmigrasi Gandeng Perguruan Tinggi

Kementerian Desa, PDT & Transmigrasi Gandeng Perguruan Tinggi

Advertorial - detikNews
Selasa, 01 Des 2015 00:00 WIB
Kementerian Desa, PDT & Transmigrasi Gandeng Perguruan Tinggi
Foto: adv
Jakarta - Masih banyak orang-orang yang belum mengerti dan memahami program transmigrasi. Bukan hanya masyarakat biasa, bahkan mahasiswa dan kalangan institusi perguruan tinggi pun mungkin masih kurang familiar dengan transmigrasi. Berangkat dari hal itulah, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bapak Marwan Jafar menggaet 30 Perguruan Tinggi dengan menggelar workshop di Universitas Gadjah Mada – Yogyakarta 30 November – 1 Desember 2015.

Tema yang diangkat adalah "Sinergitas Perguruan Tinggi Dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Dalam Pembangunan Kawasan Transmigrasi Melalui Pengabdian Masyarakat Untuk Mempercepat Daya Saing Daerah". KedepanPerguruan Tinggi dari seluruh Indonesia akan dilibatkan dalam pembangunan kawasan transmigrasi

Sebagai pembicara utama adalah Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof Dr. Suratman, M.Sc. dan diisi oleh empat pembicara yaitu Ir. Roosari Tyas Wardani, MMA (Dirjen P2KT), Dr. Pande Made Kutanegara (Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM), Prof. Dr. Ir. Prapto Yudono, M.Sc (Guru Besar Fakultas Pertanian UGM) dan dra. Wika Bintang, M.M (Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah).

Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi – Roosari Tyas Wardani, workshop ini bertujuan untuk menyamakan pandangan dan mengsinergikan berbagai konsep serta program guna mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi. Salah satunya adalah melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat dan pemanfaatan hasil riset atau penelitian.

"Pembangunan transmigrasi bersifat lintas sektor. Dalam pelaksanaannya, butuh koordinasi, integrasi dan sinkronisasi kebijakan serta program yang sangat intensif dengan pemangku kepentingan, termasuk lembaga Perguruan Tinggi. Kami mengajak Perguruan Tinggi untuk menerapkan KKN Tematik ke beberapa kawasan transmigrasi agar mempercepat pemukiman transmigrasi menjadi desa mandiri, pusat kawasan transmigrasi dan pertumbuhan wilayah baru," papar Roosari.

Butuh pendampingan yang intens dari sisi pembinaan SDM. Padahal ada 619 kawasan transmigrasi yang potensial untuk dikembangkan menjadi prime mover perekonomian daerah jika bermitra dengan swasta.

Ajakan Kementerian Desa, PDT & Transmigrasi ini pun disambut positif oleh pihak Perguruan Tinggi. Kampus akan memberikan pembekalan yang mumpuni bagi mahasiswa agar dapat menghasilkan kinerja yang maksimal di lapangan. Melalui bekal keilmuan dan jaringan yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi, diharapkan iklim yang kondusif dan produktif di kawasan transmigrasi dapat terwujud.

Langkah nyata berikutnya yang akan dilakukan pasca workshop adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendesa, PDT & Transmigrasi dengan konsorsium pada tahap awal dengan 30 Perguruan Tinggi. Penandatanganan MoU rencananya akan dilaksanakan pada hari Bhakti Transmigrasi yang ke 65 Tahun 15 Desember mendatang. (ad/ad)

Berita Terkait