Indonesia punya banyak peluang untuk berkembang menjadi kekuatan baru di Asia. Pernyataan tersebut tidak berlebihan. Beberapa sektor potensial berkembang di Indonesia. Misalnya saja, sektor telekomunikasi dan informasi (IT), perhubungan, terutama penerbangan, serta sektor industri kreatif dan pariwisata yang menyimpan banyak pesona.
Permasalahannya jika tidak diolah dengan baik tentunya peluang tersebut akan terlepas dari genggaman. Jika ini terjadi, tentu sangat disayangkan. Sektor-sektor tersebut juga sangat penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Seperti sudah diketahui, pemerintahan Jokowi β JK menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% hingga akhir tahun ini. Satu-satunya jalan untuk mencapai target adalah dengan membangun infrastruktur. Dengan demikian distribusi logistik akan lebih lancar.
Selain infrastruktur yang bersifat sarana dan prasarana, infrastruktur digital seperti jaringan telekomunikasi juga sangat penting. Kelancaran telekomunikasi dan akses informasi saat ini masih terpusat di kota-kota besar saja. Karena itu pemerataan jaringan pita lebar harus dilakukan. Selain itu Indonesia pun masih harus bergulat dengan isu keamanan di ranah cyber.
Untuk itu Presiden Joko Widodo berkomitmen menyuntikkan dana 5 Miliar US Dollar untuk mendukung program pembangunan infrastruktur BUMN. Sebanyak Rp 5,519 Triliun juga sudah dianggarkan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur lima tahun kedepan. Dana sudah ada tinggal bagaimana eksekusinya saja yang harus berjalan baik.
Untuk medukung eksekusi yang baik tentu perlu ada studi banding, saling berbagi informasi dan pengetahuan serta kerjasama. Ini karena pembangunan infrastruktur tentu melibatkan banyak pemangku kepentingan. Karena itulah wadah berbagi pengetahuan, diskusi dan menambah wawasan di bidang infrastruktur kembali dihadirkan dalam wujud Indonesia Infrastructure Week 2015.
Gelaran pameran dan diskusi seputar infrastruktur ini akan membahas isu-isu penting, menyuntikkan pengetahuan baru dan menyediakan solusi pembangunan infrastruktur di Indonesia. Diselenggarakan 4-6 November 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), acara ini bertujuan menciptakan forum diskusi antar berbagai pemangku kepentingan dan membuka kemungkinan kerjasama.
Sejumlah perusahaan baik swasta maupun BUMN yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur akan mengisi area ruang pamer. Begitu juga dengan lembaga pemerintah pusat, propinsi dan kota yang perannya tidak kalah penting untuk menyukseskan pembangunan infrastruktur. (adv/adv)









































