Hal ini jugalah yang menjadi fokus PT. Bank Central Asia, Tbk (BCA) sebagai salah satu penyedia jasa dan produk perbankan. Kualitas frontliner dan customer service officer yang bersentuhan langsung dengan nasabah sebagai pelanggannya terus ditingkatkan. Salah satu dengan mendorong mereka untuk mengeksplorasi potensi, bakat, dan menambah pengetahuan di luar perusahaan. Agar kualitas dapat dievaluasi dan diukur.
Salah satu bentuk nyatanya adalah dengan mengirim para frontliner dan team leader/supervisor-nya untuk maju ke kompetisi-kompetisi tingkat nasional. Seperti pada National Customer Service Championship, Selasa (29/9) lalu.
Ajang kompetisi ini sudah kesebelas kalinya diselenggarakan dan tujuh kali BCA berhasil menjadi juara umum. Perolehan piala dari perwakilan BCA setiap tahunnya memang mendominasi. Tahun ini 26 piala berhasil dikuasai oleh perwakilan BCA.
![]() |
"BCA memberi dukungan penuh. Bukan hanya mendampingi, kita diberi pelatihan, pembekalan, diperhatikan juga grooming-nya sebelum kompetisi. Jadi sangat berterima kasih pada BCA dan merasa bertanggung jawab untuk mengharumkan nama BCA lebih luas lagi," ujar Kevin Andrian, staff Divisi Pengembangan Bisnis Unit Kerja Kanwil XII yang berhasil menjadi Juara I Speech Competition.
Persiapan yang dilakukan Kevin cukup banyak. Selain mencari bahan dengan membaca jurnal dan studi kasus, Kevin juga melatih teknik speech yang baik. Tujuannya agar informasi penting dan padat dapat disampaikan sesuai durasi yang ditentukan yaitu 7 menit. Selain Kevin, wakil BCA lainnya yaitu Heri Yuniardy dan Suci Ariesta berhasil merebut juara 2 dan 3.
![]() |
Kreativitas dan bakat seni para frontliner dan customer service BCA juga boleh diacungi jempol. Pada kategori uniform design competition, dua wakil BCA berhasil menjadi juara. Rudini Triadi dan Muchamad Arif secara berturut-turut menjadi juara satu dan dua. Seragam rancangan mereka sangat menarik dan bisa dikatakan sudah seperti karya desainer ternama saja.
Rudini menampilkan koleksi office look yang begitu profesional, namun tetap nyaman bagi para frontliner. Sementara Muchamad Arif menampilkan koleksi yang bernuansa batik dan kebaya yang efisien, fashionable dan profesional. "Lega akhirnya setelah tiga minggu persiapan koleksi saya bisa ditampilkan dengan baik. Karena saya orang Indonesia, saya mengangkat tema batik. Saya desain sedemikian rupa supaya efisien, nyaman tetapi juga apik dilihat," ujar Arif, juara II service uniform design dari KCU Wahid Hasyim.
![]() |
Sementara itu pada cheers competition, keseluruhan perwakilan dari Halo BCA berhasil menampilkan performa terbaik. Wakil pertama Halo BCA menghadirkan konsep hip hop yang begitu kental sementara perwakilan kedua memadukan tarian kontemporer dengan tradisional. Kedua wakil Halo BCA tersebut akhirnya dinobatkan sebagai juara kedua dan ketiga.
"Senang sekali bisa ikut kompetisi seperti ini. Memang ini diluar kesibukan kantor tapi lumayan untuk kembali menyegarkan pikiran dan memotivasi diri lagi. Sebenarnya untuk cheers persiapan tim saya sendiri cukup mepet. Kita harus karantina dan menyiapkan kompetisi lain tapi tidak menyangka bisa juara juga," ujar Darius Fajar, anggota tim cheers Halo BCA yang memenangkan juara ketiga. Darius pada kesempatan tersebut juga memenangkan penghargaan sebagai juara I Service Star Award kategori Staff Call Center.
![]() |
Bukan hanya kemampuan speech dan kreativitas saja yang dimiliki oleh perwakilan BCA. Sebelum acara puncak The 11th National Customer Championship, seluruh frontliner dan customer service mulai dari jenjang karir staff, team leader hingga supervisor harus mengikuti karantina dan pelatihan.
Selama dua hari mereka diberi kesempatan menyerap pengetahuan mengenai layanan pelanggan, mengasah daya analisa dengan studi kasus, hingga belajar sikap-sikap melayani yang ideal. Performa mereka kemudian dinilai. Para frontliner dan customer service dengan performa terbaik, diberi penghargaan khusus.
![]() |
"Saya merasa dengan mengikuti ajang ini ada insight baru yang bisa saya dapat. Sehari-hari melayani di BCA Prioritas KCU Pontianak, saya menjadi lebih semangat untuk mengeksplorasi banyak cara untuk menghadirkan layanan terbaik. BCA bukan bank yang terkenal dengan pricing tetapi service. Saya jadi semangat untuk terus inovasi," ujar Linawaty Lim, Juara I Service Star Award kategori supervisor.
Ia mengaku benar-benar tidak menyangka berhasil memenangkan salah satu penghargaan di ajang ini. Banyak halangan yang dihadapi untuk tiba di Jakarta. Kabut asap membuat penerbangan delay. Akhirnya karena sudah tidak ada waktu ia benar-benar tidak tidur dan langsung berangkat ke tempat karantina setibanya di Jakarta.
"Di sini tempat saya introspeksi diri, saya menjadi paham bahwa dunia layanan itu sangat luar biasa. Bagaimana memotivasi diri dan berpikir sesuai dengan visi perusahaan," ujar Dameria Gultom, team leader Halo BCA yang memenangkan juara I Service Star Award kategori team leader dan study case of the year. Studi kasus Dameria membahas mengenai inactive EDC yaitu penanganan mesin EDC yang tidak beroperasi dengan sigap, agar merchant semakin loyal dan revenue perusahaan terjaga.
Siapa selanjutnya yang akan berprestasi? Kita tunggu saja aksi perwakilan BCA di kompetisi National Customer Service Championship tahun berikutnya.
Β
BCA Senantiasa di Sisi Anda (adv/adv)
















































