Forum diskusi dan expo Indonesia Knowledge Forum IV yang diinisiasi oleh BCA Learning Service telah usai. Acara yang berlangsung selama dua hari, 7-8 Oktober 2015 di Ballroom Ritz Carlton- Pacific Place tersebut berlangsung dengan sukses. Sejumlah pembicara inspiratif dihadirkan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman sehingga animo pengunjung pun membludak.
Tahun ini IKF kembali mengangkat tema "Moving Our Nation to The Next Level", namun difokuskan pada penerapan pengetahuan dan inovasi lintas generasi untuk menciptakan terobosan yang dapat berkontribusi bagi bangsa.
Berbicara soal terobosan dan inovasi, tentu kita tidak dapat melupakan sosok Gubernur DKI Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama, atau yang akrab disapa Ahok. Menutup gelaran IKF IV, Ahok dihadirkan untuk memberi paparan inspirasional dan cara bagaimana ia membenahi DKI Jakarta dengan terobosannya.
Ahok adalah sosok pemimpin generasi baru yang dicirikan dengan keberaniannya menerobos batas antara rakyat dengan pemerintah dan kemauan turun tangan memantau proyek yang dicanangkan. Sejumlah pembaharuan di ibu kota mulai dari sistem transportasi, tata kota, sistem pemberian santunan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan telah dilakukannya.
Di segi transportasi, saat ini warga DKI Jakarta sudah dapat merasakan nyamannya pembayaran dengan uang elektronik jika berkendara dengan TransJakarta. Aliran masuk uang dari tiket TransJakarta pun lebih transparan. Saat ini pembangunan sejumlah jalan layang, penambahan koridor TransJakarta dan jalur kereta pun tengah dilakukan. Kualitas bus TransJakarta juga diperbaiki.
Penertiban dan relokasi pedagang kaki lima dan parkir liar juga dilakukan sebagai penanganan macet. Saat ini ia pun tengah menjalankan salah satu proyek yang ramai diperbincangkan yaitu normalisasi sungai serta relokasi warga di bantaran kali ke rusunawa yang lebih terjamin dan layak. Kesejahteraan warga DKI juga coba ditingkatkan Ahok melalui Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat.
"Visi saya mensejahterakan rakyat. Bagaimana supaya kepala rakyat penuh dalam artian pendidikan terjamin, pengetahuan dan kebudayaan tercukupi. Lalu setelah itu bagaimana supaya perut mereka kenyang dan dompet mereka tebal. Birokrat harus mengubah mindset-nya menjadi melayani. Banyak yang suka, banyak yang tidak tapi lebih baik membuat kebijakan daripada tidak sama sekali," ucapnya.
Ahok berpatokan pada riset terpadu. Ia mencoba untuk mengetahui apa sebenarnya yang dibutuhkan dan diinginkan warga DKI untuk hidup. Ada indeks terukur yang mendasari semua kebijakannya. "Untuk memimpin Jakarta ini, bukan sombong, lebih mudah. Banyak orang-orang ahli, professor-profesor yang bisa diajak duduk bareng. Kita bisa minta pendapat, dengar pengetahuan yang mereka punya untuk kita serap dan bandingkan," ujarnya lagi.
Memanfaatkan teknologi informasi saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga meluncurkan aplikasi Qlue, untuk mendukung visi Jakarta Smartcity. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan warga untuk melaporkan ketidak beresan yang terjadi di lingkungan sekitar. Seperti misalnya tindak kriminal, lampu lalu lintas bermasalah, fasilitas dan jalan rusak, sampah, parkir liar hingga perizinan bangunan.
Aplikasi ini terhubung langsung dengan dinas-dinas berkaitan agar penanganan dapat lebih cepat. Semua laporan akan diberi indikator. Indikator merah berarti belum tertangani sementara jika sudah berubah warna menjadi kuning berarti sudah dibenahi. "Jika masih ada yang mengakal-akali, pecat!," gurau Ahok.
Informasi populasi, lalu lintas, obyek wisata dan informasi-informasi penting terkait Jakarta juga bisa diakses lewat http://smartcity.jakarta.go.id. Khusus informasi lalu lintas Pemprov DKI kini telah bekerja sama dengan Waze.
Kedepannya yang tengah berusaha diwujudkan Ahok adalah ruang publik terpadu dan ramah anak yang juga merupakan bagian dari program pemerintah pusat. Nantinya akan ada sejumlah taman untuk berekreasi dan berinteraksi antar warga agar terjalin kerukunan. Di taman ini warga disediakan tempat untuk berjualan bagi yang ingin berwirausaha dan fasilitas-fasilitas agar anak muda dapat berkreasi. Nantinya semua ruang publik juga akan diawasi oleh CCTV agar keamanan warga terjamin.
"Ada yang mengatakan bahwa tingkat kebahagiaan warga bukan terlihat dari berapa banyak taman yang dipunya sebuah kota tapi berapa lama mereka menikmatinya. Taman-taman seperti ini yang akan dibuat. Diharapkan seluruh ruang publik di Jakarta nantinya bukan cuma ramah anak. Tapi ramah semuanya mulai dari yang masih di janin sampai nenek-nenek," jelas Ahok.











































