Cara Inovatif D'Cost dan Panorama Ramu Strategi Untuk Jaring Pelanggan

Indonesia Knowledge Forum 2015

Cara Inovatif D'Cost dan Panorama Ramu Strategi Untuk Jaring Pelanggan

advetorial - detikNews
Senin, 12 Okt 2015 00:00 WIB
Cara Inovatif DCost dan Panorama Ramu Strategi Untuk Jaring Pelanggan
Jakarta - Mengimplementasikan pengetahuan dan terus berinovasi sepertinya merupakan formula kunci bagi para pengusaha untuk mengembangkan usaha yang tengah dijalankan. Formula tersebut telah berhasil membawa empat pengusaha yang hadir sebagai pembicara dalam sesi seminar pada hari pertama Indonesia Knowldege Forum IV (IKF IV) sukses mengembangkan usaha. Mereka adalah Christian Sia – founder PT. Pendekar Bodoh (D'Cost, Stupid Baker dan D'Sushi Bodo) dan Budijanto Tirtawisata – Presiden Direktur Panorama Group.

Mendengar nama PT. Pendekar Bodoh reaksi pertama yang timbul pastinya adalah tawa. Namun jangan salah, perusahaan berbasis kuliner yang dirintis oleh Christian Sia ini merupakan salah satu bisnis yang paling kreatif dan inovatif. Restoran yang dikelolanya yaitu D'Cost, sukses memperoleh sambutan hangat dari masyarakat dan berhasil berkembang. Bermula dari satu gerai di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kini D'Cost sudah memiliki ratusan cabang dan juga gerai waralaba. Pelanggannya, mulai dari yang naik angkutan kota hingga mobil mewah.

"D'Cost menjanjikan harga kaki lima tapi kualitas rasa bintang lima dan tempat makan oke. Prinsipnya adalah memberi harga yang sesuai dengan perhitungan ibu memasak. Nama D'Cost hadir dari situ, the self cooking cost. Menawarkan mutu juara satu mudah, sewa saja koki nomor satu tapi harga juara satu tidak gampang. Harus berani rugi," ujar Christian.

Untuk itulah Christian meramu taktik yang kreatif dan matang agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Ada empat prinsip yang ia pegang, D'Cost harus banyak yang tahu, yang sudah tahu mau datang, yang datang mau beli, yang beli mau kembali lagi dan punya cukup cash untuk tumbuh. Beberapa implementasinya adalah melalui promo-promo kreatif, seperti up to you price yaitu makan bayarnya terserah, diskon umur, uang dan doa yaitu promo setiap hari raya keagamaan, dan hamil baru bayar yang adalah promo resepsi pernikahan di gerai D'Cost.

Promo-promo kreatif yang diselenggarakan secara konsisten ini sukses membuat banyak orang mengetahui D'Cost dan banyak dari mereka datang ke gerai D'Cost. Sementara untuk agar mereka mau membeli, mutu bahan baku harus di atas rata-rata dan harga tetap juara satu murahnya.

Sementara agar pelanggan yang datang tertarik makan di D'Cost mutu bahan baku yang kebanyakan terdiri atas bahan makanan laut, harus dijaga. Tidak lupa harga murah tetap menjadi andalan. Tidak berhenti sampai di situ, agar pelanggan loyal tentu konsistensi mutu hidangan, harga dan pelayanan harus tetap dijaga. Tapi problemnya bagaimana cara mempertahankan itu semua tanpa mengorbankan arus kas perusahaan? Di sinilah inovasi dan implementasi pengetahuan berperan.

"Pemanfaatan teknologi ternyata dapat memberi efek efisiensi. Sejak dulu D'Cost sudah memanfaatkan teknologi mulai dari proses order, komunikasi ke dapur yang paperless, kemudian pembayaran. Kita pernah pakai PDA, kemudian iPod Touch. Pernah dicoba dengan iPad, vending machine kemudian touch screen tapi tidak kami lanjutkan. Mulai 2013 hingga saat ini kami terapkan proses ordering menggunakan menu board dan barcode yang lebih simpel, mudah dan efisien," terangnya.

Efisiensi dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi juga dilakukan hingga ke dapur dan sistem payroll otomatis. D'Cost pun sangat terbuka dengan perkembangan teknologi demi kenyamanan pelanggan saat membayar. Pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan mudah menggunakan QR Code melalui aplikasi mobile D'Cost, kode 8 digit lewat SMS, dan e-money.

Kreativitas dan inovasi yang hampir serupa juga dilakukan oleh keluarga Tirtawisata, empunya layanan perjalanan wisata Panorama Group. Pada tahun 1972 saat Panorama didirikan, peluang wisata memang begitu besar. Pertama, belum banyak jasa konsultasi wisata yang tersedia dan kedua, Indonesia memiliki banyak wilayah yang belum tereksplorasi. Memanfaatkan peluang tersebut Adhi Tirtawisata mengembangkan Panorama dengan bermodal garasi rumah dan mobil VW Combi sebagai sarana transportasi wisatawan.

Langkah-langkah inovatif sudah terlihat sejak saat itu. Panorama merupakan layanan wisata pertama yang menawarkan wisata kota Jakarta menggunakan bus. Lalu teknik beriklan dengan menawarkan paket-paket wisata menarik melalui iklan baris yang kini diikuti oleh banyak agen wisata lain. Program loyalitas pelanggan dengan undian Mercedes Benz hingga paket wisata kreatif yang bertahan hingga kini yaitu JaHe alias Jalan-Jalan Hemat.

Perusahaan yang dinisiasi oleh Adhi Tirtawisata pada tahun 1972 ini kini sudah berpindah tangan ke generasi kedua yaitu Budijanto Tirtawisata. Uniknya inovasi dan transfer pengetahuan dari inisiator ke generasi suksesor Panorama Group berjalan dengan berkesinambungan.

"Inovasi ada tiga kuncinya, ide baru, aplikasi dan kebutuhan. Kebutuhan setiap orang di setiap zaman berbeda-beda dan tantangan juga berbeda-beda. Inovasi ini yang harus terus dievaluasi disesuaikan dari generasi ke generasi," ungkap Budijanto.

Diperlukan juga pendelegasian value perusahaan yaitu sinergi, keunggulan, integritas, reliabilitas, inovasi dan proaktif, serta kepedulian pada pelanggan. Hal inilah yang kemudian juga membawa Panorama berkembang, dari hanya jasa konsultasi wisata menjadi sebuah layanan wisata terintegrasi.

"Peluang wisata besar. Buktinya jumlah orang bepergian ke luar negeri dari tahun ke tahun makin meningkat. Sayang jika Indonesia yang punya daya tarik begitu banyak tidak mengambil kesempatan ini," tutupnya. (Adv) (sfq/sfq)




Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads