Tabungan SimPel diperuntukkan bagi pelajar jenjang PAUD / Raudatul Athfal (RA) hingga SMA / Madrasah Aliyah (MA), termasuk Pondok Pesantren. Tabungan SimPel memiliki setoran awal yang ringan, nama siswa akan tercantum di kartu sebagai bukti kepemilikan tabungan, tidak dikenakan biaya administrasi bulanan dan tidak mendapatkan bunga.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pun menjadi salah satu bank yang berpartisipasi dalam pengembangan tabungan SimPel ini. "BCA menyadari bahwa pengenalan mengenai pentingnya menabung perlu diajarkan sejak dini untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, BCA menyambut baik produk Tabungan SimPel dan turut berpartisipasi menerbitkan produk tabungan ini," ujar Suwignyo Budiman - Direktur BCA.
Sebagai tanda diresmikannya tabungan SimPel, diadakan seremoni khusus dan penandatanganan MoU di SMAN 68 - Salemba, Jakarta Pusat pada Selasa (8/9) lalu. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK - Muliaman D Hadad, Menteri Agama RI - Lukman Hakim Saifuddin dan Direktur Jenderal Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - Hamid Muhammad.
Turut menyaksikan: Ketua Dewan Komisioner LPS - Heru Budiargo, Ketua Dewan Pengawas OJK - Nelson Tampubolon, Asisten Keuangan Sekda Pemprov DKI Jakarta β Mara Oloan Siregar, Direktur BCA β Suwignyo Budiman dan direksi 13 bank lainnya.Β![]() |
Beragam kegiatan telah BCA lakukan untuk meningkatkan literasi keuangan bagi generasi muda, khususnya para pelajar. Seperti, kerja sama BCA dan Kidzania Jakarta untuk mengedukasi pentingnya menabung kepada kurang lebih 1.500 siswa siswi SD di KidZania, Jakarta.
Selain itu, BCA pun melaksanakan kegiatan edukasi menabung kepada anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada Juni 2015. "Melalui kegiatan-kegiatan ini kami berharap agar angka literasi keuangan masyarakat bisa meningkat ke depannya, sehingga pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia juga semakin baik. Selaras dengan harapan tersebut, kami juga akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kami agar semakin mudah dan memenuhi segala kebutuhan masyarakat, khususnya para nasabah setia BCA," tutup Suwignyo.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan pada tahun 2013 kepada 8.000 responden, tingkat inklusi keuangan di kalangan pelajar hanya 44 persen. Padahal jumlah pelajar SD - SMA dibandingkan total populasi Indonesia menunjukkan angka yang signifikan yaitu 20%. Sekitar 38,8 juta siswa di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan sekitar 11 juta siswa di bawah Kementerian Agama.
Oleh karena itulah, SimPel diarahkan untuk menjadi tabungan dengan persyaratan yang mudah, sederhana namun memiliki fitur menarik. SimPel tidak memberikan bunga kepada pelajar atas dana yang disimpan.
![]() |
Dalam rangka edukasi dan meningkatkan inklusi keuangan, akan diadakan kegiatan aktivasi SimPel di 16 kota se-Indonesia hingga akhir 2015. Kota-kota tersebut meliputi Jakarta, Serang, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Palembang, Balikpapan dan 7 kota lainnya di Jawa Timur. (adv/adv)













































