Indonesia Knowledge Forum atau disingkat IKF, merupakan sebuah forum tahunan yang menjadi wadah anak bangsa, dari berbagai generasi, latar belakang pengetahuan dan pengalaman untuk saling berbagi. Forum yang diselenggarakan oleh BCA Learning Service, sebuah lembaga di bawah asuhan Bakti BCA di bidang pendidikan ini merupakan bentuk komitmen untuk turut memajukan dunia usaha dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Melanjutkan kesuksesan pelaksanaan selama tiga tahun berturut-turut, tahun ini IKF akan kembali diselenggarakan. IKF IV akan diselenggarakan 7-8 Oktober 2015 mendatang di Ritz Carlton Hotel, Jakarta. Adapun tema yang diusung kali ini adalah "Moving Our Nation to the Next Level: Utilizing Knowledge for Sustainable Innovation Across Generation".
"Kita melihat keadaan perekonomian Indonesia saat ini dengan positif. Ada peluang masyarakat Indonesia bisa naik ke level selanjutnya. Caranya dengan mempertahankan knowledge dan inovasi lintas generasi untuk berkontribusi pada perekonomian nasional," ujar Lena Setiawati, General Manager BCA Learning Service pada kesempatan media sharing IKF IV yang digelar Senin, (7/9) lalu di Menara BCA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media sharing tersebut juga dihadiri oleh Cyrillus Harinowo - Pembina BCA Learning Service dan Komisaris Independen BCA, Yenny Wahid, putri mantan presiden KH. Abdurrahman Wahid yang kini berkonsentrasi sebagai CEO Wahid Institute, ekonom A. Prasetyantoko dan Direktur CRIM Surya University, Riza Muhida.
![]() |
Tema "Moving Our Nation to the Next Level: Utilizing Knowledge for Sustainable Innovation Across Generation" dipilih untuk menanggapi segera hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan kondisi perekonomian tanah air saat ini. Indonesia selalu dikatakan sebagai negeri yang punya peluang untuk maju lebih pesat dengan bonus demografi yang melimpah. Namun, tanpa pembinaan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten apakah peluang untuk maju akan terwujud?
IKF IV diharapkan dapat memberi inspirasi bagi masyarakat luas untuk dapat berpikir lebih dalam mengenai hal tersebut. Selain itu mendorong untuk terus memanfaatkan pengetahuan dan menciptakan inovasi-inovasi yang bertahan lintas generasi serta meningkatkan prekonomian 'akar rumput' dan daya saing secara global.
"Kita mau memunculkan optimisme, inspirasi di tengah kondisi perekonomian Indonesia dan dunia yang kini penuh dengan tantangan. Penting sekali bagi seluruh pihak untuk memanfaatkan pengetahuan dan wawasan untuk inovasi. Pertumbuhan ekonomi 'akar rumput' (grass root) memiliki kontribusi penting untuk memperkuat kondisi fiskal dan perekonomian Indonesia. Kita sudah tidak dapat lagi bergantung pada impor," timpal Cyrillus Harinowo.
Beragam topik menarik yang terbagi atas kategori economy, marketing, creativity and innovation dan human capital and leadership akan disampaikan selama dua hari forum diskusi. Semua akan dibawakan oleh sejumlah pembicara ahli.
Beberapa di antaranya adalah pakar ekonomi Faisal Basri dan A. Prasetyantoko, Yenny Wahid - Direktur Wahid Institute, Riza Muhida - Direktur CRIM Surya University, Andreas Diantoro - Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Erik Meijer - Strategic Brand Advisor Ooredoo Group, Christian Sia - Founder PT. Pendekar Bodoh (D'Cost), Nurdin Abdullah β Bupati Bantaeng dan masih banyak lagi.
IKF IV akan dibuka oleh Menteri Komuniasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara. Pada hari terakhir sebuah talkshow inspiratif yang menghadirkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menutup gelaran IKF IV.
Kunjungi www.bcalearningservice.com untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pembicara serta jadwal pelaksanaan Indonesia Knowledge Forum IV.
BCA Senantiasa di Sisi Anda












































