Pengalaman mengakses informasi yang lebih cepat melalui internet seluler kini dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia berkat kehadiran jaringan 4G LTE. Jaringan ini menawarkan kecepatan transmisi hingga 300 Mbps yang lebih baik dibandingkan pendahulunya. Namun demikian, pembangunan jaringan broadband 4G LTE belum merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai bentuk dukungan untuk percepatan pembangunan jaringan 4G LTE di seluruh Indonesia sejumlah provider pun melakukan sejumlah uji coba jaringan dan sosialisasi secara berkelanjutan. Tidak terkecuali Smartfren. Usai sukses melakukan uji coba jaringan penerus 3G ini di sejumlah daerah seperti Denpasar, Batam dan Kepulauan Riau, Smartfren kembali menggelar uji coba di Surabaya dan Malang.
Melalui kegiatan uji coba ini diharapkan semakin banyak masyarakat di seluruh wilayah Indonesia yang merasakan manfaat jaringan 4G LTE dan cita-cita terciptanya masyarakat digital Indonesia lebih cepat terwujud. Selain itu juga sebagai ajang pembuktian kesiapan Smartfren sebelum meluncurkan layanan 4G LTE secara komersial.
"Selain mendukung percepatan pembangunan jaringan 4G LTE uji coba jaringan atau network test drive ini kami lakukan untuk memaksimalkan kesiapan jaringan 4G LTE terutama di Surabaya dan Malang. Harapannya performa 4G LTE kami dapat tampil maksimal saat resmi diluncurkan ke masyarakat," kata Munir S.P., Head of Network Special Project Smartfen.
Sementara untuk menunjang penggunaan teknologi jaringan 4G LTE Smartfren sendiri telah meluncurkan berbagai produk. Beberapa di antaranya adalah varian smartphone Andromax 4G LTE dan mobile WiFi router yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.
Bukan sekedar menguji kesiapan jaringan, uji coba kali ini juga dibarengi dengan kegiatan edukatif. Smartfren menyelenggarakan workshop dengan tema "Pemanfaatan Smartphone & Teknologi 4G-LTE di Bidang Pendidikan" di beberapa sekolah terpilih. Pesertanya adalah para guru yang mewakili sekolah β sekolah tersebut.
Workshop di kota Surabaya dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2015 di SMAN 1 Surabaya dan diikuti perwakilan guru dari SMAN 2, SMAN 5 dan SMAN 9. Setelah itu workshop berlanjut di kota Malang pada tanggal 29 Juli 2015 tepatnya di SMPK Frateran Celaket 21. Workshop kedua ini diikuti oleh SMK Shalahuddin 1, SMPK Mardi Wiyata Malang, SMK Frateran dan SMPN 3 Malang.











































