Terlahir di keluarga pedagang membuat pria asal Padang Pariaman ini tidak canggung ketika harus memulai usahanya sendiri. Berdagang sudah seperti bakat alami yang dimilikinya. Sejak kecil ia sudah terbiasa membantu kedua orang tuanya. Bahkan untuk membantu pembayaran uang sekolah ia memanfaatkan bakatnya tersebut.
"Sejak dulu saya sudah percaya diri berdagang dan memang minat. Suka sekali saya. Apa saja saya bisa jual. Tetapi untuk pendidikan saya memang memilih menuruti orang tua dan berusaha menjadi pegawai negeri seperti kakak-kakak saya. Tidak berhasil, saya pikir kenapa tidak buka usaha saja?," kisahnya.
Usaha pertama yang dirintisnya adalah sebuah toko pakaian wanita di Pasar Baru Bandung. Memulai dengan modal kecil, omzet yang diperoleh saat itu juga tidak seberapa. Semua ditanganinya sendiri mulai dari mengambil stok barang, berjualan di toko, hingga mengirim barang.
Meski demikian, pelanggannya bukan cuma warga Bandung. Secara reguler ia pergi ke Jakarta, mengirim barang dagangan untuk pelanggan. Tak disangka di Jakarta ia bertemu dengan wanita yang kemudian berjodoh sebagai istrinya. Menikah, ia kemudian memindahkan usahanya ke Jakarta.
"Ketemu lokasi di Tanah Abang ini, salah satu pusat perdagangan terbesar se-Asia Tenggara. Saya lihat pasarnya di Jakarta bagaimana, ternyata prospek bagus, saya buka usaha di sini. Dimulai dari toko kecil saja waktu itu," ujarnya.

Kelihaiannya melihat peluang usaha memang boleh diacungi jempol. Ingin menaikkan omzet, ia pun berkaca dari tetangga-tetangganya di Tanah Abang yang sukses berdagang grosir baju koko, pakaian muslim dan perlengkapan umroh. Sebelumnya ia melakukan survei mengenai bahan baku, proses produksi serta pangsa pasarnya.
"Saya lihat baju muslim ini kok pangsa pasarnya bagus. Apalagi menjelang puasa, Lebaran dan Idul adha, sudah pasti bagus. Kemudian saya lihat ada juga peluang untuk kerjasama dengan travel umroh. Maka itu walaupun toko masih kecil saya berani stok beribu-ribu kodi. Empat tahun berjalan, mulai bisa menikmati hasilnya," lanjut Azwar.
Pelanggannya terus bertambah. Mulai pedagang eceran dari Sabang sampai Merauke, hingga pelanggan dari luar negeri. Agar dapat memenuhi permintaan pelanggan, ia menambah jumlah toko dan merekrut lebih banyak pegawai. Kini ia sudah memiliki beberapa toko dengan nama berbeda-beda di Tanah Abang Blok A dan B. Jumlah pegawainya mencapai puluhan orang. Dalam satu hari satu toko dapat menghasilkan omzet yang cukup besar. Menjelang Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha omzet bertambah hingga 10 kali lipat.
Sementara untuk mengisi penghasilan toko di hari-hari biasa ia juga bekerjasama sebagai pemasok kelengkapan haji dan umroh ke beberapa travel. Salah satu travel terbesar yang bekerjasama dengannya adalah Al-Azhar. Klien travel-nya pun bukan hanya dari Jakarta tetapi juga luar kota.
"Meski sudah banyak pelanggan saya pegang prinsip tidak pernah lalai untuk urusan kualitas, model dan harga. Saya selalu cek ke 15 konveksi di Tasikmalaya yang kerjasama. Saya jujur saja tidak pernah berpromosi, tapi pelanggan ada saja yang mencari. Mungkin dari mulut ke mulut dengar tentang toko ini," kata ayah dua anak ini.
Untuk memperlancar usahanya, ia memanfaatkan bantuan produk dan layanan perbankan dari BCA. Belum lama ini ia baru menyelesaikan kredit pengembangan usaha untuk membeli sebidang tanah yang rencananya akan dibangun gudang dan mess karyawan. Selain itu ia secara reguler mengunjungi BCA KCU Wahid Hasyim dan memanfaatkan EDC demi kemudahan transaksi bagi pelanggan.
"Perbankan itu peranannya penting apalagi bagi kelancaran usaha. Selain itu kalau mau usaha lancar, kuncinya adalah mau memulai dari nol dan kerja keras juga sangat diperlukan. Seseorang harus bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk meraih sukses dan jangan mudah menyerah. Itu saja," terang Azwar menutup pembicaraan.
Kepala KCU BCA Wahid Hasyim Atja Mihardja mengatakan, kesuksesan yang diraih Azwar merupakan inspirasi bagi orang lain. βPak Azwar berangkat dari nol dengan keuletan yang tinggi. Dia bekerja keras dan pantang menyerah,β jelas Atja.
BCA Senantiasa di Sisi Anda (adv/adv)











































